Dramatis! TNI-Polri Evakuasi WNA di Lokasi Penembakan Festival Lembah Baliem

Jakarta, IDM – Pasukan gabungan TNI-Polri mengevakuasi Warga Negara Asing (WNA) saat peristiwa penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB), Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (8/8).
Dilansir dari keterangan Humas Satgas Damai Cartenz 2026, Selasa (11/8), Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.45 WIT dan mengakibatkan dua warga lokal luka-luka akibat tembakan.
"Setelah kejadian, korban dan saksi segera mencari perlindungan. Personel TNI-Polri yang bertugas di lapangan langsung mengamankan lokasi dan memastikan korban mendapatkan penanganan medis. Untuk mencegah risiko terhadap masyarakat dan peserta festival, pengunjung serta peserta FBLB diarahkan menuju area yang lebih aman. Selanjutnya, personel TNI-Polri melakukan evakuasi terhadap pengunjung, termasuk warga negara asing, menuju Kantor Bupati Jayawijaya,” kata Yusuf.
Baca Juga: HUT Pertama Kodaeral, Pangkoarmada RI Ingatkan Prajurit Perketat Keamanan Laut
Hasil Olah TKP
Yusuf menjelaskan setelah situasi di lokasi terkendali, Sat Reskrim Polres Jayawijaya bersama Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan petunjuk yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Pemeriksaan meliputi lokasi kejadian, posisi kendaraan korban, kondisi kendaraan, serta sejumlah barang bukti yang ditemukan di sekitar TKP.
Hasilnya, petugas menemukan bekas tembakan dan serpihan proyektil pada kendaraan korban berupa satu unit Mitsubishi Triton nomor polisi PA 8418 Z. Pada kendaraan tersebut ditemukan tiga titik atau bekas tembakan, yakni dua titik pada bagian pintu pengemudi dan satu titik pada bagian depan kendaraan atau kap mesin.
Petugas juga menemukan dan mengamankan empat serpihan proyektil pada kendaraan korban. Sementara dari sekitar lokasi kejadian, petugas mengamankan delapan butir selongsong PIN kaliber 5,56 mm, satu lembar jaket, serta satu buah proyektil GLM.
Baca Juga: Danseskoal Minta Perwira Siswa Kuasai Geopolitik dan Teknologi Pertahanan
"Seluruh barang bukti tersebut telah didata, didokumentasikan, dan diamankan untuk mendukung pemeriksaan serta proses penyelidikan lebih lanjut," kata Yusuf.
Lebih lanjut ia mengatakan hasil olah TKP menjadi salah satu bagian penting dalam proses pengungkapan perkara.
"Selain mendukung proses penyelidikan, personel gabungan di lapangan juga melakukan pemantauan, pencarian, pengejaran, dan penyekatan terhadap pihak yang diduga terlibat. Seluruh langkah tersebut dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat. Berdasarkan hasil pendalaman awal dan pengembangan informasi di lapangan, aksi penembakan terhadap dua warga tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama-Derakma pimpinan Egianus Kogoya. Dalam pendalaman awal, terdapat dugaan keterlibatan dua orang berinisial EG dan PN yang disebut merupakan anggota kelompok tersebut," tutup Yusuf.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































