Diwarnai Latihan Operasi Khusus, Wakil Panglima TNI Terima Brevet Kehormatan Kopassus

Jakarta, IDM – Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menerima brevet kehormatan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam acara penutupan Komando Angkatan 111 Kopassus di Pantai Permisan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (30/10) lalu.
Tandyo menjadi warga kehormatan Korps Baret Merah setelah melaksanakan serangkaian latihan operasi khusus sebagai prasyarat menunjukkan kesiapan dan dedikasi penuh.
Baca Juga: Bahas Keamanan Selat Malaka, TNI AL Dorong Kerja Sama Regional di Forum Bintan
Panglima Kopassus Letjen Djon Afriandi memimpin secara langsung penyematan brevet kehormatan Kopassus ke Tandyo.
Setelah itu, Djon juga memberikan sertifikat kualifikasi komando kepada Wakil Panglima TNI.

Tandyo kemudian menutup pendidikan komando dan secara resmi menyematkan brevet komando kepada 426 prajurit lulusan.
Baca Juga: KSAL Indonesia dan Spanyol Bahas Kolaborasi Maritim dan Keamanan Laut Internasional
Mengutip keterangan Pusat Penerangan TNI, Minggu (2/11), kegiatan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, semangat juang, dan keberhasilan para peserta dalam menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan dengan baik.
Tandyo berharap para prajurit yang telah menyandang brevet komando senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai disiplin, loyalitas, dan pengabdian demi kejayaan TNI dan NKRI. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































