HANKAM

Ditinjau Pangkoopsau, Grup 1 Angkut dan Korpasgat Uji Interoperabilitas lewat Misi Infiltrasi Udara

Pangkoopsau Marsda TNI Djoko Hadipurwanto
Pangkoopsau Marsda TNI Djoko Hadipurwanto meninjau Manuver Lapangan (Manlap) penerjunan infiltrasi udara dalam Latihan Matra Udara II "Brahmastra Perkasa" TA 2026. (Foto: Dok. Instagram @koopsau_news)

Jakarta, IDM – Interoperabilitas Grup 1 Angkut dan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) diuji melalui Manuver Lapangan (Manlap) penerjunan infiltrasi udara dalam Latihan Matra Udara II "Brahmastra Perkasa" TA 2026.

Latihan yang digelar di Drop Zone (DZ) Desa Mojoroto, Kediri, Senin (6/7) itu disaksikan langsung oleh Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto.

Baca Juga: Daftar Ancaman Nonmiliter Berdasarkan Perpres 111/2025: Penyebaran Ideologi Terlarang-Serangan ke Obvitnas

Manuver lapangan tersebut menjadi salah satu materi latihan yang mengintegrasikan kemampuan unsur pesawat angkut TNI Angkatan Udara dengan Korpasgat dalam mendukung operasi lintas udara.

Melalui latihan ini, TNI AU terus berupaya untuk meningkatkan interoperabilitas, kesiapsiagaan, dan profesionalisme antarsatuan guna mewujudkan kesiapan operasi udara yang efektif dan terpadu. Kemampuan tersebut menjadi faktor penting untuk memastikan setiap unsur mampu menjalankan perannya secara terkoordinasi dalam setiap tahapan operasi lintas udara.

Baca Juga: Doktrin Perisai Trisula Nusantara Diterapkan dalam OMP dan OMSP

Dalam pelaksanaannya, Grup 1 Angkut mengerahkan pesawat C-130 Hercules A-1315 dari Skadron Udara 32 untuk membawa Tim Bravo dan Tim Dalpur Korpasgat yang bertugas sebagai unsur Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL). Hal tersebut disampaikan Penerangan Koopsau melalui unggahan Instagram @koops_news, dikutip Selasa (7/7).

"Tim ini diterjunkan lebih awal untuk melaksanakan infiltrasi ke wilayah sasaran guna mengamankan, menandai, dan memandu daerah penerjunan (dropping zone), sekaligus memberikan informasi mengenai kondisi cuaca, medan, dan situasi musuh sebelum penerjunan pasukan utama," tulis Penerangan Koopsau.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.