Dispsiad Latih Psikologi Lapangan Siswa Diktukpa Secapa AD dan Setukpa Polri

IDM - Dinas Psikologi TNI Angkatan Darat (Dispsiad) melaksanakan pelatihan terintegrasi antara siswa perwira Diktukpa Secapa AD dan siswa perwira Setukpa Polri, Selasa (28/6).
Pemimpin latihan siswa perwira Diktukpa Secapa AD, Mayor Inf Purnomo Sigit Sudaliyo, S.Psi mengatakan latihan ini bertujuan untuk membekali keterampilan perorangan dalam berkomunikasi, memotivasi diri, kemampuan memecahkan permasalahan, kerjasama tim dan kepemimpinan, serta memahami masing-masing doktrin TNI maupun Polri.

"Latihan ini merupakan bentuk kolaborasi dalam menciptakan rasa kebersamaan antara TNI AD dan Polri sehingga terbentuk kualitas kerja sama serta ikatan jiwa korsa antara Perwira TNI AD dan Polri dalam bentuk pelatihan psikologi lapangan," ujar Purnomo.
Kolaborasi pendidikan terintegrasi antara TNI AD dan Polri sudah disepakati sejak kepemimpinan KSAD terdahulu Jenderal TNI Andika Perkasa. Saat itu bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo disepakati pendidikan integrasi yang akan dirintis yaitu Diktukta Polri dengan Dikmata TNI, Sepolwan dengan Sekolah Wan TNI, Diktukba Polri dengan Dikmaba TNI, Setukpa Polri dengan Diktukpa TNI, SIPSS dengan Sepa PK TNI dan Sepimma dengan Diklapa. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































