Dislitbangau Lakukan Uji Coba Operasional Bom MK-81 Live

Jakarta, IDM - Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara (Dislitbangau) melakukan uji coba operasional bom MK-81 Live dengan menggunakan pesawat EMB-314 Super Tucano di AWR (Air Weapon Range) Pandanwangi, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (15/11).
Pengembangan bom ini sebagai upaya mewujudkan kemandirian industri pertahanan dan langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk luar negeri.
“Pengembangan (bom) ini diharapkan bisa berlanjut sehingga (Indonesia) tidak tergantung semata-mata dari luar negeri, dengan harapan paling tidak dapat digunakan untuk pesawat Super Tucano,” harap Kadislitbangau Marsma TNI Susanto seperti dikutip dari laman TNI AU, tni-au.mil.id.
Baca: Dampingi Menhan Prabowo, KSAU Hadiri Jamuan Makan Malam dengan Menhan Turki
Sejalan dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Susanto juga berpesan agar dalam menjalankan uji coba operasional bom ini, semua personel harus berpegang pada safety first sehingga misi dapat berjalan dengan aman, lancar, dan mission accomplished. (yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































