Dislambair Koarmada III Latihan Penyelaman dengan Alat Bantu Pernapasan Permukaan

Jakarta, IDM – Para prajurit Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada III melaksanakan latihan penyelaman Surface Supplied Breathing Apparatus (SSBA) di Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (4/6).

Kadislambair Koarmada III Kolonel Laut (T) Rachmana Fajar, mengatakan latihan menggunakan alat bantu pernapasan permukaan (SSBA) tersebut berdasarkan perintah Pangkoarmada III Laksamana Muda Hersan, untuk meningkatkan kemampuan personel penyelam.
Baca Juga: KSAL Serahkan Kendaraan ISR Mobile untuk Kebutuhan Operasi Korps Marinir
"Agar para penyelam Dislambair Koarmada III lebih mahir dalam menggunakan alat selam SSBA untuk mendukung dalam tugas operasi," kata Rachmana, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III, Rabu (5/6).

Lebih lanjut, Rachmana berharap melalui latihan tersebut para penyelam lebih mahir dalam menyiapkan atau merangkai alat selam SSBA dan dapat mengoperasikan panel kontrol alat selam SSBA set dan underwater CCTV.
Baca Juga: Panen Raya di Sukabumi Contoh Berhasilnya Kolaborasi Kementan RI dan TNI AD
"Serta agar mereka dapat melaksanakan prosedur penyelaman menggunakan alat selam SSBA," ujar Rachmana. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































