HANKAM

Disaksikan Menhan di Morowali, TNI Pamerkan Operasi Force Down Pesawat Asing Gunakan 3 Jet Tempur Sukhoi

jet tempur Sukhoi
Tiga jet tempur Sukhoi itu disimulasikan mendaratkan paksa pesawat asing dalam Latihan Kogab TNI di Morowali. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI menggelar latihan operasi force down menggunakan tiga jet tempur Sukhoi Su-27/30 yang merupakan bagian dari Latihan Komando Gabungan (Kogab) TNI yang terintegrasi di kawasan Bandara PT IMIP, Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (19/11).

Tiga jet tempur Sukhoi itu disimulasikan mendaratkan paksa atau force down pesawat asing yang memasuki wilayah udara nasional tanpa izin.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin yang didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyaksikan langsung operasi force down tersebut.

Baca Juga: Aksi TNI AL di Belinyu: Dua KRI Kejar Kapal Pembawa Pasir Timah Ilegal

Dalam simulasi, pesawat asing yang diturunkan diberi kode Lasa X. Begitu radar pertahanan menangkap pergerakan mencurigakan tersebut, komando udara langsung menggerakkan tiga Sukhoi Su-27/30 dari Skadron Udara 11 Pangkalan TNI AU (Lanud) Sultan Hasanuddin untuk mengejar dan melakukan intersep.

Ketiga pesawat tempur itu kemudian menjalankan seluruh prosedur sesuai aturan pertahanan udara nasional.

“Dengan manuver presisi dan komunikasi terukur, unsur TNI AU memastikan pesawat asing tersebut diarahkan untuk mendarat di fasilitas udara yang aman, mengingat pelanggar tetap memasuki wilayah Indonesia tanpa dokumen resmi seperti flight clearance dan security clearance,” tulis siaran pers Pusat Penerangan TNI, Kamis (20/11).

Baca Juga: KSAL ke Jerman, Tinjau Simulator Kapal Selam, AUV Greyshark hingga Meriam Seasnake

Setibanya di darat, unsur Satuan Polisi Militer TNI AU (Satpomau) bersama prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) bergerak cepat melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi pendaratan.

Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin
Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin yang didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyaksikan langsung operasi force down tersebut. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Pemeriksaan awal terhadap pesawat dan awaknya dilakukan secara menyeluruh, sebelum proses pendalaman intelijen dilanjutkan untuk memastikan tujuan dan latar belakang penerbangan tersebut. Seluruh hasil pemeriksaan diserahkan kepada komando atas untuk penanganan lanjutan sesuai prosedur.

Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsdya TNI Andyawan Martono Putra menjelaskan bahwa penguatan infrastruktur dan kelembagaan di setiap titik strategis seperti Bandara Morowali, menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan udara nasional.

Baca Juga: Pembangun 750 Batalion untuk Perkuat Pertahanan Teritorial

“Tempat ini adalah mungkin salah satu contoh yang di mana nantinya akan dilengkapi lembaga tersebut sehingga akan sesuai dengan standar dan aturan yang berlaku di negara kita,” ujar Andyawan.

Pelaksanaan latihan ini juga selaras dengan arahan strategis Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pengamanan berlapis di wilayah Morowali.

Presiden menginstruksikan TNI untuk memperketat pemantauan dan memblokir kawasan-kawasan tambang tertentu guna memastikan seluruh aktivitas berlangsung secara transparan dan terawasi. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.