Dirjen Pothan Kemhan Selenggarakan Rakor Perizinan Sektor Pertahanan

Jakarta, IDM – Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Pothan Kemhan) Mayjen TNI Dadang Hendrayudha, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Sektor Pertahanan, yang terkait dengan sektor Lingkungan Hidup dan Tata Ruang untuk mendukung perizinan Industri Amunisi, di Jakarta, Jumat (18/3).
Dalam sambutannya, Dadang menyampaikan, bahwa Rapat Koordinasi diselenggarakan untuk mensinergikan perizinan berusaha berbasis risiko terhadap proses perkebangunan pabrik amunisi, untuk mewujudkan kemandirian pemenuhan kebutuhan alat peralatan pertahanan dan keamanan.
Rakor diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab dari para peserta, menghadirkan dua orang narasumber yakni Kepala Badan Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup Ir. Ary Sudijanto dan Direktur Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang Kementerian PUPR Dr.Eko Budi Kurniawan. (gin)
Hankam

Tindaklanjuti Instruksi Presiden, TNI Kembali Kerahkan Tim Penyuluh Karhutla ke Sumatra dan Kalimantan
TNI mengerahkan 289 personel Seskoad ke Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan untuk memperkuat edukasi preventif dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































