Diresmikan Prabowo, Ini Strategi Pemenuhan SDM dan Alutsista 3 Batalion Baru TNI AD

Jakarta, IDM – Pada 5 Oktober 2026 lalu, Presiden Prabowo Subianto meresmikan tiga Batalion Bantuan Tempur (Banpur) TNI AD, yang meliputi peresmian enam Kodam baru dan ratusan Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP).
Kepada Indonesia Defense Magazine, Selasa (13/10), Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Donny menyampaikan bahwa Batalion Kavaleri nantinya akan ditempatkan di Riau untuk memperkuat kemampuan pertahanan di kawasan Selat Malaka dan sekitarnya. Sementara itu, Batalion Armed di Papua diharapkan dapat memperkuat dukungan bagi satuan manuver, khususnya dalam menghadapi tantangan geografis serta dinamika keamanan wilayah. Adapun pengembangan Batalion Arhanud di wilayah Kodam Jaya ditujukan untuk memperkuat perlindungan udara Jakarta dan sekitarnya.
Baca Juga: Alasan TNI AD Bentuk Tiga Batalion Bantuan Tempur Baru
Lebih lanjut, terkait tingkat kesiapan sumber daya manusia (SDM) berupa personel maupun alutsista di tiga batalion baru tersebut, Donny memastikan pemenuhannya dilakukan secara bertahap sesuai prioritas dan rencana pengembangan organisasi.
"Penataan personel dilakukan dengan memerhatikan kebutuhan jabatan, kompetensi, serta pendidikan dan latihan, sementara pemenuhan materiil disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing satuan. Prinsipnya, pengembangan organisasi harus berjalan seimbang dengan kesiapan sumber daya manusia dan dukungan materiil agar setiap satuan dapat melaksanakan tugasnya secara optimal," kata Donny.
Baca Juga: Grup 1 Angkut Terima Delegasi JASDF, Perkuat Kerja Sama Pertahanan
Oleh karena itu, lanjut Donny, pembentukan ketiga batalion ini bukan sekadar penambahan organisasi, melainkan bagian dari upaya membangun postur TNI AD yang semakin adaptif, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan pertahanan di wilayah strategis, dengan tetap mengedepankan efektivitas, kesiapan operasional, serta kepentingan pertahanan negara.
"Pada prinsipnya merupakan bagian dari upaya memperkuat daya tangkal dan meningkatkan kemampuan pertahanan TNI AD dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis serta dinamika ancaman yang semakin kompleks. Ketiga satuan ini memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam mendukung pelaksanaan tugas satuan tempur dan memperkuat pertahanan wilayah," tutup Donny.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































