Diplomasi TNI AL, KRI I Gusti Ngurah Rai-PNS Tughril Laksanakan Passex di Selat Malaka

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Angkatan Laut Pakistan melaksanakan Passing Exercise (Passex) di Selat Malaka beberapa waktu sebagai wujud pelaksanaan diplomasi TNI AL. Seperti diketahui TNI AL mengemban tiga peran (role) yakni Military, Diplomacy,dan Constabulary.
Melansir laman TNI AL pada Kamis (23/12/2021), tnial.mil.id, salah satu Kapal Fregat TNI AL yaitu KRI I Gusti Ngurah Rai-332 mengikuti kegiatan ini saat melaksanakan patroli untuk menjaga kedaulatan perairan Indonesia.
TNI AL selalu melaksanakan Passex dengan kapal-kapal perang asing yang melewati wilayah perairan Indonesia. Kapal Perang Angkatan Laut Pakistan PNS Tughril-261 melaksanakan Passex dengan KRI I Gusti Ngurah Rai ini dalam perjalanan dari China menuju Pakistan.
Sementara itu, serial latihan yang dilaksanakan kapal TNI AL dan AL Pakistan ini antara lain, Maneuvering Exercise dan Miscex 830 (RAS Approach) yang dikombinasi dengan Flaghoist. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































