Diplomasi Kenegaraan, Yonmarhanlan III Jakarta Amankan Kapal HMAS Perth 157

Jakarta, IDM - Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) III Jakarta, mendapatkan amanah yang membanggakan untuk mengamankan Kapal Perang Angkatan Laut Australia (HMAS) Perth 157 di Dermaga JICT II, Jakarta, Sabtu (25/6).
Yonmarhanlan III Jakarta menurunkan tim pasukan reaksi cepat atau Quick Respon Force (QRF), dipimpin Perwira Seksi Operasi Yonmarhanlan III Mayor (Mar) S. Irwanto Rusbal dengan menyisir perairan, sterilisasi area Dermaga 203 JICT dengan memeriksa kendaraan keluar dan masuk, lalu melaksanakan pengamanan hingga beberapa hari ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) III Jakarta Mayor (Mar) Amin Surya Laga mengatakan, tugas pengamanan delegasi Australia ini adalah bagian dari diplomasi kenegaraan. Oleh karena itu, Amin meminta para prajuritnya melaksanakan tugas pengamanan dengan sebaik-baiknya.
"Selalu monitor perkembangan situasi untuk beberapa hari mendatang, laksanakan tugas dengan sungguh- sungguh, dan utamakan faktor keamanan," ujar Amin, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Senin (27/6). (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































