HANKAM

Dikendalikan dari Lapas, TNI AL Gagalkan Penyelundupan 9,3 Kg Narkoba di Selat Riau

Komandan Lanal Bintan, Kolonel Laut (P) Eko Agus Susanto
Komandan Lanal Bintan, Kolonel Laut (P) Eko Agus Susanto saat konferensi pers penangkapan pelaku penyelundupan 9,3 kg narkoba di Selat Riau, Selasa (7/10). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – TNI AL menggagalkan penyelundupan 9,3 kilogram narkotika jenis ekstasi dan kokain di Perairan Selat Riau, Selasa (7/10). Aksi ini terungkap dikendalikan dari dalam Lapas Tanjungpinang.

Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Bintan, Kolonel Laut (P) Eko Agus Susanto, mengatakan keberhasilan ini berawal dari patroli rutin tim Fleet One Quick Response (F1QR) yang mendeteksi suara mesin kapal berkecepatan tinggi, sekitar pukul 01.00 WIB.

“Tim langsung bergerak melakukan penyekatan di sekitar Selat Riau. Tak lama kemudian, muncul sebuah speed boat yang melaju kencang dan sempat membuang sejumlah barang ke laut,” ujar Eko dalam konferensi pers di Mako Lanal Bintan, dikutip dari keterangan Dispenal, Kamis (9/10).

Baca Juga: 100 Personel Yonif 411 Kostrad Ikuti Latma Safkar Indopura ke-37 di Singapura

Petugas F1QR Lanal Bintan melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan speed boat fiber bermesin ganda 40 PK merek Yamaha, pada pukul 01.20 WIB. Dua orang pelaku berinisial AM dan AG berhasil diamankan di lokasi.

 barang bukti
Sejumlah barang bukti yang disita oleh tim Lanal Bintan. (Foto: Dok. Dispenal)

Dari hasil pemeriksaan, Eko mengungkapkan tim menemukan delapan kantong berisi narkotika yang terdiri dari kristal seberat 3.882 gram, serbuk merah 2.000 gram, serbuk abu-abu 872 gram, dan serbuk putih yang diduga kokain seberat 2.636 gram.

Menurut pengakuan para tersangka, barang tersebut diperoleh dari seseorang berinisial MM di Johor, Malaysia, untuk dikirim ke Tanjungpinang.

Baca Juga: TNI AU dan RSAF Berkomitmen Perkuat Kerja Sama Pertahanan lewat JAFWG 2025

"Mereka mengaku mendapat perintah dari FR, narapidana kasus narkoba di Lapas Tanjungpinang, dengan imbalan Rp50 juta per orang," ungkap Eko.

Selain itu, tim turut mengamankan satu paket sabu beserta alat hisap, alat cetak pil ekstasi, dua power bank, satu unit ponsel Oppo, serta sejumlah barang pendukung lainnya.

"Seluruh barang bukti telah diserahkan ke BNN Provinsi Kepulauan Riau untuk uji laboratorium dan proses hukum lebih lanjut terhadap kedua tersangka," kata Eko. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.