Diikuti Ribuan Personel, Komandan Lanud Adi Soemarmo Pimpin Apel Khusus Awal Tahun 2025

Jakarta, IDM – Lanud Adi Soemarmo (SMO) menggelar apel khusus awal tahun 2025 yang dipimpin langsung oleh Komandan Lanud SMO Marsma TNI Bambang Juniar Djatmiko di Lapangan Dirgantara, Lanud SMO, Surakarta, Kamis (2/1).
Melansir keterangan Penerangan Lanud Adi Soemarmo yang diterima redaksi, apel khusus tersebut diikuti oleh sebanyak 2.300 anggota Lanud SMO yang terdiri dari militer, pegawai negeri sipil (PNS), serta para siswa sekolah.
Pada kesempatan tersebut, Marsma TNI Bambang Juniar berkesempatan untuk membacakan sambutan tertulis Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
Baca Juga: Menteri Pertahanan Anugerahkan Tanda Kehormatan untuk Veteran Seroja
KSAU mengatakan, tahun 2024 merupakan tahun yang penuh dengan dinamika dan tantangan. Namun, TNI AU telah berhasil menutup tahun 2024 dengan capaian yang positif, dilandasi dengan semangat juang serta profesionalisme yang tinggi.
Catatan lainnya di sepanjang tahun 2024 yakni, TNI AU turut berkontribusi aktif di berbagai kegiatan, baik di lingkup nasional maupun di kancah internasional. Di sisi diplomasi, TNI AU juga terus melakukan beragam operasi serta latihan bersama dengan angkatan udara negara sahabat untuk memperkuat diplomasi pertahanan.

“Tentunya, seluruh pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan kerja sama yang baik dari seluruh jajaran TNI Angkatan Udara. Berbagai pencapaian ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga TNI Angkatan Udara senantiasa hadir serta mampu memberikan kemampuan terbaiknya dalam menjaga tanah air dan angkasa Indonesia," ungkap KSAU.
Baca Juga: Sambut Tahun 2025, Satgas Yonif Para Raider 501 Bagikan Paket Sembako
Pada kesempatan yang sama, Marsekal TNI Tonny turut menginstruksikan para prajurit serta PNS TNI AU untuk berpedoman pada perintah harian KSAU untuk menghadapi pelaksanaan tugas ke depannya. Perintah harian tersebut meliputi tingkatkan dan ketakwaan kepada Tuhan YME; memegang teguh Sumpah Prajurit, Sapta Marga, Delapan Wajib TNI; serta implementasikan zero tolerance.
Selanjutnya, para prajurit dan PNS TNI AU harus selalu menerapkan keselamatan terbang dan kerja, termasuk cyber security; meningkatkan profesionalisme di setiap lini; mengutamakan pendekatan humanis dalam kehidupan sehari-hari; dan meningkatkan tingkatkan terus sinergi serta kolaborasi dengan seluruh komponen bangsa.
“Seluruh prajurit dan pegawai negeri sipil diharapkan dapat terus meningkatkan semangat, integritas, dan dedikasi dalam upaya bersama menuju TNI Angkatan Udara yang Adaptif, Modern, Profesional, Unggul dan Humanis,” pungkas KSAU.
Baca Juga: Jadi Barang Bukti, Senjata Rakitan dan Narkoba di Perbatasan Dimusnahkan
Di sela-sela kegiatan apel khusus tersebut Marsma TNI Bambang juga menyampaikan penekanan untuk seluruh personel Lanud Adi Soemarmo, seperti disiplin dalam berkendara dan berlalu lintas; menghindari tempat hiburan malam, kecuali saat bertugas; serta menghindari online judi online dan pinjaman online.
Penekanan lainnya terkait dengan werving, Danlanud menginstruksikan agar tidak ada penyalahgunaan werving dan tidak melakukan tindakan kekerasan di kehidupan mess, kecuali pembinaan yang bersifat untuk kekuatan jasmani dan laksanakan tugas-tugas sehari-hari dengan baik. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































