HANKAM

Dihadiri Ribuan Masyarakat Bandung, Lanud Husein Sastranegara Gelar Open Base HUT ke-79 TNI

Lanud Husein Sastranegara menggelar acara open base
Ribuan masyarakat kota Bandung yang memadati Lanud Husein Sastranegara untuk melihat langsung alutsista milik TNI AU dalam acara open base peringatan HUT ke-79 TNI. (Foto: Dok. Instagram @lanud_husein_sastranegara)

Jakarta, IDM – Lanud Husein Sastranegara menggelar acara open base yang dihadiri oleh ribuan masyarakat Bandung dan memberikan kesempatan langsung kepada mereka untuk melihat lebih dekat alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI Angkatan Udara (TNI AU), khususnya pesawat angkut.

Open base kali ini juga digelar dalam rangka memperingati HUT ke-79 TNI yang jatuh pada 5 Oktober 2024. Pada peringatan tahun ini, Lanud Husein Sastranegara ditunjuk menjadi pangkalan aju bagi pesawat angkut yang akan melaksanakan demo udara di Silang Monas, Jakarta.

Baca Juga: Laksma Hreesang Resmi Jabat Komandan Guskamla Koarmada II

Sejumlah jenis pesawat yang berada di Lanud Husein Sastranegara usai menjalankan misi demo udara HUT ke-79 TNI dan dapat dilihat langsung oleh ribuan masyarakat Bandung meliputi pesawat C-130J Super Hercules; C-130 Hercules; CN-295; CN-235; dan NC-212i.

Lanud Husein Sastranegara menggelar acara open base
Interaksi masyarakat dengan penerbang TNI AU dalam acara open base peringatan HUT ke-79 TNI yang digelar di Lanud Husein Sastranegara. (Foto: Dok. Instagram @lanud_husein_sastranegara)

“Sejak pagi, warga memadati area lanud dengan antusiasme yang tinggi untuk menyaksikan berbagai jenis alutsista udara TNI yang sebelumnya berpartisipasi dalam demo udara pada peringatan HUT Ke-79 TNI di Jakarta. Pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga mendapatkan kesempatan berinteraksi langsung dengan prajurit TNI yang bertugas, serta memperoleh penjelasan mengenai fungsi dan kegunaan alutsista udara yang dipamerkan,” tulis Penerangan Lanud Husein Sastranegara dikutip dari keterangan foto dalam Instagram @lanud_husein_sastranegara, Senin (7/10).

Dengan kesempatan istimewa itu, Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Alfian mengatakan bahwa acara open base juga digelar untuk mempererat hubungan di antara TNI dan masyarakat, sekaligus memberikan kekuatan pertahanan udara yang dimiliki oleh TNI.

Baca Juga: Kodam IX/Udayana Gelar Operasi Gultor, Bebaskan Sandera Tamu Negara

“Masyarakat juga dapat mengenal lebih dekat tentang TNI, serta memahami bagaimana prajurit TNI menjaga keamanan serta kedaulatan NKRI,” kata Alfian.

Selaras dengan tujuan tersebut, open base juga diharapkan dapat menginspirasi generasi muda agar turut serta dalam upaya membangun bangsa melalui jalur pertahanan negara dan memotivasi mereka untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara dengan bergabung menjadi prajurit TNI. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.