Diakui PBB! KRI SIM-367 jadi Kapal 'Istimewa' yang Dipertahankan di Lebanon

Jakarta, IDM – Di tengah kebijakan efisiensi dan pemotongan jumlah pasukan perdamaian oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 justru mengukir prestasi gemilang. Kapal perang kebanggaan Indonesia ini menjadi salah satu unsur yang tetap dipertahankan untuk menjaga stabilitas di perairan Mediterania.
Komandan Satgas Maritim Task Force (MTF) Kontingen Garuda (Konga) XXVII- P Unifil, Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah, membeberkan alasan di balik kepercayaan tinggi PBB tersebut. Menurutnya, kinerja dan dedikasi prajurit TNI AL di lapangan menjadi faktor penentu utama.
"Kita cukup berbangga, di tengah krisis keuangan yang melanda UN (PBB) dan kemudian PBB melakukan pengurangan terhadap pasukan-pasukan perdamaian di seluruh dunia termasuk di Lebanon, kapal ini adalah salah satu yang dipertahankan. Itu semua adalah berkat dari kinerja dan dedikasi yang kita tunjukkan," ungkap Anugerah dalam wawancara baru-baru ini.
Baca Juga: Longsor Cisarua: 2 Lagi Prajurit Marinir Ditemukan, 13 Masih Dicari
Capaian Luar Biasa di Garis Depan
Selama menjalankan misi selama 14 bulan, KRI SIM-367 tidak hanya sekadar melakukan patroli rutin. Kapal ini mencatatkan 33 kali masa tugas operasional dengan menghabiskan 65 persen waktunya di laut lepas.
Anugerah menjelaskan, KRI SIM-367 sukses menjalankan operasi pencegahan maritim, yakni aksi nyata menghalau dan mencegah masuknya senjata serta barang-barang ilegal ke Lebanon melalui jalur laut. Selain itu, kapal ini secara konsisten memantau ruang udara dan melaporkan setiap pelanggaran wilayah yang dilakukan oleh militer Israel kepada pasukan perdamaian PBB (Unifil).
"Secara kualitas, pengakuan dari pihak PBB sendiri terhadap kemampuan kapal kita sangat tinggi," tambahnya.
Baca Juga: Komandan KRI Sultan Iskandar Muda Ungkap Pelanggaran Wilayah oleh Israel di Lebanon
Mentor bagi Angkatan Laut Lebanon
Ketangguhan KRI SIM-367 semakin terbukti lewat peran diplomasi angkatan lautnya. TNI AL tidak hanya berlatih bersama negara-negara besar seperti Jerman, tetapi juga mengemban misi penting untuk melatih personel Angkatan Laut Lebanon.
Anugerah menyebut pihaknya membantu membangun kemampuan militer Lebanon yang saat ini masih terbatas akibat konflik berkepanjangan. TNI AL aktif memberikan pelatihan langsung kepada perwira maupun personel Angkatan Laut Lebanon melalui berbagai latihan bersama di tengah laut.
Kepulangan 120 prajurit satuan tugas ini disambut langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali. Atas keberhasilan menjaga marwah bangsa di dunia internasional, para prajurit menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk surat apresiasi dari komandan satuan tugas maritim asal Jerman hingga medali penghargaan dari PBB. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































