HANKAM

Di Korsel, 4 Pimpinan Marinir Indo-Pasifik Kuatkan Kerja Sama dan Tukar Taktik Operasi Amfibi

Letnan Jenderal (Mar) Endi Supardi.
Empat pimpinan Korps Marinir kawasan Indo-Pasifik bertemu untuk penguatan kerja sama di Markas Komando Republic of Korea Marine Corps (ROKMC) Seoul. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Empat pimpinan Korps Marinir kawasan Indo-Pasifik bertemu untuk penguatan kerja sama dalam acara yang digelar di Markas Komando Republic of Korea Marine Corps (ROKMC) di Hwaseong, Gyeonggi, Seoul, Korea Selatan, Kamis (23/10).

Panglima Korps Marinir Letnan Jenderal (Mar) Endi Supardi memimpin delegasi Korps Marinir TNI AL dalam acara tersebut.

Komandan ROKMC Letjen Ju Il Seok beserta jajaran Marinir Korea Selatan sebagai tuan rumah menyambut kedatangan Endi Supardi, Komandan Royal Thai Marine Corps Laksamana Madya Appichat Saprasert, dan Komandan Philippine Marine Corps Mayor Jenderal Vicente Blanco lewat upacara resmi.

Baca Juga: Rektor Unhan dan Enam Pejabat Terima Brevet Kehormatan Kapal Permukaan TNI AL

“Kunjungan ini semakin mempererat hubungan persahabatan dan memperkuat kerja sama pertahanan antara Korps Marinir Indonesia dengan Korps Marinir Korea Selatan serta negara-negara sahabat di kawasan Indo-Pasifik,” tulis siaran pers Dispen Kormar TNI AL.

Dalam kunjungan itu, Endi Supardi menerima paparan tentang sejarah dan perkembangan ROKMC, dilanjutkan dengan sesi sharing knowledge serta diskusi interaktif yang membahas penguatan kerja sama di bidang latihan gabungan, pertukaran taktik operasi amfibi, dan peningkatan interoperabilitas dalam menghadapi tantangan keamanan regional.

Letnan Jenderal (Mar) Endi Supardi.
Delegasi Indonesia dipimpin Panglima Korps Marinir TNI AL Letnan Jenderal (Mar) Endi Supardi. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Diskusi tersebut digelar di Aula Utama Markas Besar ROKMC. Dispen Kormar TNI AL menyatakan, pertemuan empat pimpinan Korps Marinir dari Korea Selatan, Indonesia, Thailand, dan Filipina menjadi momentum penting bagi Korps Marinir Indonesia untuk memperkuat kerja sama pertahanan, meningkatkan kemampuan operasi amfibi, serta berkontribusi aktif menjaga stabilitas dan keamanan Indo-Pasifik.

Baca Juga: TNI AD Bangun Jembatan di Nagekeo NTT, Hubungkan Dua Wilayah dan Tumbuhkan Harapan Masyarakat

Dalam kunjungan tersebut, Pangkormar Endi didampingi oleh Askomlek Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Wahyudi, Koorsmin Pangkormar Kolonel (Mar) Eko Budi Prasetyo Adi Saputro, dan Wadan Kolatmar Kolonel (Mar) Edi Prayitno.

Sebelumnya, Pangkormar Endi telah menggelar courtesy call dengan Ju Ill Seok di International Exhibition Center, Seoul, Selasa (21/10).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pimpinan Marinir membahas berbagai agenda strategis, terutama di bidang latihan bersama, pendidikan militer, serta peningkatan profesionalisme prajurit pada masa mendatang. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.