Di Hadapan Pasis Sesko TNI, KSAU Ungkap 3 Aspek Kunci Pengembangan Kekuatan TNI AU

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengungkap 3 aspek kunci dalam pengembangan kekuatan TNI Angkatan Udara (TNI AU), yaitu teknologi (technology); kesamaan (commonality); dan keberlanjutan (sustainability).
Hal itu ditegaskan Fadjar saat memberi pembekalan kepada para perwira siswa (Pasis) Dikreg A-51 Sesko TNI yang digelar di Gedung Adi Brata, Sesko TNI, Bandung, Selasa (31/10).
Baca Juga: Perkuat Pertahanan Laut Indonesia, Lanal Bandung Resmikan Posal Ujung Genteng Sukabumi
“Di era yang terus berubah dan berkembang ini, penguasaan teknologi modern sangat penting untuk menjaga daya saing serta efektivitas militer. Kesamaan dalam prosedur dan persenjataan antarsatuan juga menjadi fokus, sehingga memungkinkan kerja sama yang lebih baik dalam situasi yang melibatkan banyak pihak,” jelas Fadjar dikutip dari keterangan foto dalam instagram @militer.udara, Rabu (1/11).

“Terakhir, aspek keberlanjutan menjadi landasan penting dalam memastikan TNI AU mampu bertahan dan beradaptasi dalam jangka panjang,” sambungnya.
Baca Juga: Puspenerbal Gelar Tactical Floor Game Latihan Operasi Laut Aspek Udara 2023
Pada kesempatan tersebut, KSAU turut mengingatkan para Pasis Sesko TNI untuk selalu memperhatikan situasi dan memahami dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang saat ini. “Kemampuan ini sangat membantu TNI AU dalam melaksanakan pembinaan kekuatan, kemampuan, serta pengembangan kekuatan secara tepat,” pungkasnya. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































