Di Hadapan Pasis Sesko, Menhan Sjafrie Jabarkan Arah Pembangunan Kekuatan TNI

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menjabarkan arah pembangunan kekuatan TNI saat memberikan pembekalan kepada Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI TA 2026 di Gedung Graha Widya Adibrata Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/5).
Di hadapan para Pasis, Menhan Sjafrie menjabarkan pembangunan kekuatan TNI meliputi penguatan batalion infanteri teritorial pembangunan (Yonif TP), modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), peningkatan sistem pertahanan udara, hingga pengembangan kekuatan maritim dan udara nasional.
Baca Juga: TNI AL dan Italia Bicarakan Integrasi Teknologi Siber Bawah Laut
“Pembangunan kekuatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk kepentingan pertahanan semata, tetapi juga mendukung transformasi pembangunan bangsa, pengamanan sumber daya alam, serta penguatan kesejahteraan masyarakat melalui peran aktif prajurit di wilayah,” kata Sjafrie, dikutip dari keterangan pers Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Sabtu (23/5).
Menhan menekankan bahwa TNI harus terus memperkuat strategi pertahanan negara melalui konsep defensif aktif dan penguatan doktrin pertahanan yang adaptif terhadap perkembangan ancaman global.
Ia menyebut, pertahanan negara merupakan sabuk pengaman atau safety belt bagi keberlangsungan pembangunan nasional, sehingga TNI dituntut memiliki kekuatan, kemampuan, dan kesanggupan dalam menghadapi berbagai tantangan strategis.
Sjafrie menyoroti pentingnya integrasi kekuatan matra darat, laut, dan udara melalui konsep Trisula Nusantara guna menjaga stabilitas nasional dan kepentingan rakyat Indonesia.
Baca Juga: Sumber Daya Alam, Pasal 33, dan Pertahanan Negara
Oleh karena itu, peran Sesko TNI sebagai pusat pembentukan kepemimpinan militer dan nasional pada masa depan dinilai sangat penting.
“Para siswa Dikreg LV Sesko TNI merupakan perwira pilihan yang harus mampu menjaga nilai-nilai kepemimpinan, memahami dinamika pertahanan negara, serta memperkuat line of command dan unity of command dalam setiap pelaksanaan tugas,” kata Sjafrie. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































