HANKAM

Di Hadapan para Pemred, KSAD Ungkap TNI AD Bangun 4.477 Jembatan dan Ribuan Titik Air

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
Kegiatan diskusi dan evaluasi KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dengan para pemimpin redaksi. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membeberkan keberhasilan TNI AD dalam berbagai program untuk membantu pemerintah. Momen tersebut berlangsung saat acara diskusi dan evaluasi bersama para pemimpin redaksi (pemred) media nasional di Mabesad, Jakarta, Jumat (9/10).

Maruli menyampaikan bahwa saat ini TNI AD tengah menjalankan berbagai program unggulan yang menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan jembatan perintis, Armco, dan beton, program Manunggal Air, hingga renovasi sekolah, panti asuhan, serta rumah ibadah.

Baca Juga: Pangkostrad Beri Jam Panglima kepada Pasukan Yonif 330 Tri Dharma

"Program pembangunan jembatan yang dikerjakan TNI AD telah mencapai 4.477 unit dari target 5.000 jembatan sampai akhir 2026. Sementara itu, melalui program Manunggal Air, sebanyak 3.183 titik sumber air telah selesai dibangun, 29 titik masih dalam pengerjaan, dan 75 titik dalam tahap perencanaan. Selain itu, ada lebih dari 1.700 titik air pertanian yang juga dibangun oleh TNI AD. Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses air bersih sekaligus mendukung kebutuhan pertanian masyarakat," kata Maruli.

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
(Foto: Dok. Dispenad)

Lebih lanjut dalam pertemuan tersebut, Maruli juga membahas kebijakan penambahan jumlah prajurit TNI AD yang telah dirintis Presiden RI Prabowo Subianto sejak masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI.

Untuk diketahui, pertemuan ini menjadi ruang komunikasi terbuka guna memperkuat sinergi TNI AD dengan media sekaligus menyampaikan berbagai capaian pengabdian prajurit kepada masyarakat.

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
(Foto: Dok. Dispenad)

“Setelah dua tahun, kita ternyata lupa menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Saya kira ada beberapa evaluasi yang bisa kita kerjakan, sehingga kita juga bisa belajar cara komunikasi yang baik agar apa yang kita lakukan untuk bangsa dan negara ke depan, terus tersosialisasi dan bisa memberikan berita yang baik bagi masyarakat,” ujar Maruli.

Baca Juga: Spekulasi Pengganti Panglima TNI, KSAD Maruli Minta Publik Tunggu Prosedur Legal

Maruli berharap pertemuan ini dapat memperkuat kolaborasi sehingga media dapat menyampaikan informasi yang akurat, objektif, dan utuh kepada publik di masa mendatang.

"Komunikasi yang terbuka diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap berbagai program dan kontribusi TNI AD, sekaligus menjadi ruang evaluasi agar penyampaian informasi ke depan semakin efektif," tutup Maruli.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.