HANKAM

Di Hadapan Komcad ASN, Menhan Tekankan Ada “Deep State” yang tak Suka Birokrasi Kuat

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan arahan ke para komcad ASN. (Foto: Dok. Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan bahwa para komponen cadangan (komcad) dari aparatur sipil negara (ASN) harus terus waspada dalam birokrasi pemerintah.

Pesan tersebut disampaikan Menhan Sjafrie saat memberikan arahan bagi komcad ASN kementerian/lembaga di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/6).

Sjafrie menekankan bahwa ada “deep state” yang merongrong birokrasi di dalam pemerintahan.

Baca Juga: Letkol Teddy Raih Penghargaan di Seskoad, Ungguli Ratusan Perwira

“Setelah kamu diberi bekal, kamu diberi dasar-dasar bela negara, ini adalah modal kamu untuk waspada,” ujar Sjafrie.

“Kenapa harus waspada? Birokrat itu adalah milik negara. Orang-orang di luar tidak ingin birokrasi di Indonesia kuat. Orang-orang di luar Indonesia, bahkan juga ada orang-orang di dalam Indonesia yang kita sebut sebagai deep state, saya pernah cerita dulu ada musuh dalam selimut, itu adalah tidak suka kalau birokrasi di Indonesia itu kuat. Kamu adalah dilatih untuk supaya birokrasi kuat dan menjadi teladan,” tutur Menhan RI.

Oleh karena itu, Sjafrie meminta para komcad ASN harus waspada dan tidak terkena pengaruh para musuh dalam selimut. Ia meminta para komcad ASN untuk menjaga ideologi Pancasila.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin
Sjafrie menyalami para komcad ASN setelah memberikan arahan. (IDM/Septo Kun Wijaya)

“(Pegangan) politik kita sudah jelas, Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Jadi kita harus waspada betul bahwa banyak tantangan di sekitar kamu ini akan muncul pada saat kamu kembali ke kesatuanmu, kamu kembali ke lingkungan pekerjaanmu,” kata Sjafrie.

Sjafrie juga menyebutkan bahwa Indonesia sedang mengalami transisi birokrasi di dalam pemerintahan. Oleh karena itu, ia berharap para komcad ASN bisa membawa transisi itu ke arah yang lebih baik.

Baca Juga: 279 Perwira Lulus Seskoad, Termasuk 11 Personel Asing

Dalam kesempatan itu, Sjafrie juga mengingatkan bahwa komcad ASN sewaktu-waktu bisa dikerahkan jika negara membutuhkan.

“Saat NKRI mengalami keadaan tantangan ataupun gangguan ancaman yang ditujukan kepada negara, maka rakyat meminta tanggung jawab kepada para ASN yang sekarang sebentar lagi akan menjadi perwira komponen cadangan untuk ikut tampil bersama-sama TNI sebagai komponen utama,” kata Sjafrie.

Adapun dalam sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (sishankamrata), komponen utama sistem pertahanan negara adalah TNI, yang didukung komponen cadangan dan komponen pendukung untuk memperbesar kekuatan TNI.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.