Di Depan 14 Negara, TNI AL Bongkar Ancaman Nyata di Samudera Hindia

Jakarta, IDM – Samudera Hindia bukan sekadar jalur pelayaran biasa, tapi juga medan empuk bagi kejahatan transnasional. TNI AL blak-blakan membeberkan fakta ini di hadapan para petinggi militer dari 14 negara.
Momen strategis tersebut terjadi saat Kolonel Laut (P) Aminuddin Albek mewakili Indonesia naik mimbar dalam forum Goa Maritime Conclave (GMC) ke-5. Angkatan Laut India (Indian Navy) menggelar pertemuan bergengsi ini di Naval War College, Goa, India, Minggu (22/2).
Kepala Staf Angkatan Laut India, Laksamana Dinesh K. Tripathi, menyambut langsung kehadiran delegasi Indonesia dan negara mitra lainnya. Forum ini membahas tema krusial mengenai mitigasi ancaman dinamis di kawasan Samudera Hindia.
Baca Juga: Ancaman Nirmiliter Kian Kompleks, Wamenhan Ungkap Peran ASN untuk Tangkal Infiltrasi Asing
Dalam forum tersebut, Aminuddin tidak basa-basi. Ia menunjuk langsung sejumlah masalah krusial yang menghantui jalur vital perdagangan global dan keamanan energi tersebut.
"Kami menyoroti ancaman transnasional yang masih terus menghantui, di antaranya praktik penangkapan ikan ilegal yang merusak ekosistem dan ekonomi, hingga penyelundupan narkoba," tegas Aminuddin, dikutip dari laman TNI AL, Senin (23/2).
Baca Juga: 105 Prajurit Yonzipur 10 Kostrad Kembali ke Satuan Usai Selesaikan Misi Kemanusiaan di Aceh Tamiang
Tawarkan Solusi Konkret
Perwira menengah TNI AL ini menegaskan, satu negara tidak bisa bekerja sendirian menjaga wilayah seluas Samudera Hindia. Ia menawarkan resep jitu untuk melawan kejahatan terorganisir tersebut.
"Kunci dari kerja sama keamanan maritim yang berkelanjutan adalah komunikasi yang terbuka, pertukaran informasi secara real-time, serta inisiatif penguatan kapasitas bersama (joint capacity-building)," ungkapnya.
Langkah TNI AL melawat ke India ini menjalankan visi diplomasi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali yang menginginkan Indonesia berperan aktif menjaga stabilitas keamanan maritim kawasan agar tetap aman dan sejahtera. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































