Di Balik Rumah Mewah, 2.000 Keluarga di Menteng Ternyata Masih Kesulitan

Jakarta, IDM – Menteng selama ini jadi simbol kemapanan. Deretan rumah megah, mobil mewah, hingga hunian para duta besar berdiri kokoh di sana. Tapi siapa sangka, di balik tembok-tembok tinggi itu, ribuan warga di jantung Jakarta ternyata masih harus berjuang keras memenuhi kebutuhan pokok.
Realita kontras ini terlihat jelas saat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait turun langsung di Wisma Elang Laut, Jakarta, Rabu (18/3).
Ali blak-blakan mengakui bahwa kawasan elite Menteng menyimpan sisi lain yang sering luput dari mata. "Ternyata di sekitar sini masih banyak warga yang kesulitan. Kita kumpulkan mereka agar bisa berbahagia dan merayakan hari raya dengan gembira," ujar Ali.
Baca Juga: TNI Ungkap 4 Prajurit Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Menyasar Ribuan Warga di Titik Padat Menteng
Aksi bertajuk "Bakti untuk Negeri, Peduli untuk Menteng" ini bukan sekadar seremonial. TNI AL menyasar 2.000 keluarga yang tersebar di pemukiman padat seperti Menteng Tenggulun, Menteng Sukabumi, hingga Menteng Anyar. Lokasi-lokasi ini secara geografis memang "menempel" langsung dengan kawasan elit.

Bagi TNI AL, menjaga hubungan baik dengan "tetangga" di sekitar adalah prioritas. Ali ingin memastikan warga tidak merasa ditinggalkan di tengah hiruk-pikuk kemewahan pusat kota, terutama saat menyambut momen Lebaran.
Baca Juga: Koki Andal KRI Banda Aceh-593, Masak untuk Ribuan Pemudik dengan Cita Rasa yang Nikmat
Kolaborasi Lintas Sektoral Gandeng Dubes dan Pengusaha
Kegiatan ini kian menarik karena menghadirkan pemandangan langka, yakni kolaborasi antara militer, pemerintah, diplomat, hingga pengusaha kakap. Di lokasi, terlihat Duta Besar Singapura, Australia, hingga Mesir ikut menyaksikan proses distribusi bantuan. Pebisnis seperti Boy Thohir dan Lauren Barki dari Harum Energy pun tampak memberikan dukungan penuh.
Maruarar mengapresiasi gerak cepat dan profesionalisme TNI AL di bawah komando Ali.
"Ini semua jasa baik pak KSAL, kita semua dukung. Lihat, TNI Angkatan Laut bekerja dengan hati. Ini baru awal, sudah ada 2.000 paket yang tersalurkan," kata pria yang akrab disapa Ara tersebut.
Baca Juga: Validasi Organisasi TNI: Sekretaris Presiden Kini Dijabat Jenderal Bintang Tiga
Instruksi Presiden
Ara menegaskan, gerakan sosial ini merupakan napas dari instruksi Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin menunjukkan, semangat gotong royong harus dimulai dari lingkungan terdekat.
"Kita belajar dari apa yang diajarkan Presiden Prabowo, untuk selalu gotong royong, terutama kepada tetangga kita sendiri. Pesannya simpel, ini soal persaudaraan dan kemanusiaan menjelang Idulfitri," tegas Ara.
Sebanyak 2.000 keluarga penerima manfaat pulang dengan senyum lebar. Aksi nyata di jantung ibu kota ini menjadi pengingat kuat, di balik kemegahan Menteng, kepedulian sosial tetap menjadi urat nadi yang menyatukan masyarakat. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































