HANKAM

Destroyer Jepang JS Harusame Tiba di Jakarta, Ini Misinya di Indo-Pasifik

Kodaeral III
Kodaeral III menyambut kedatangan kapal perang jenis destroyer kelas Murasame, JS Harusame (DD-102) di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/11). (Foto: Dok. Kodaeral III)

Jakarta, IDM – Kapal perang milik Angkatan Laut Jepang, JS Harusame (DD-102) merapat di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/11). Perusak (destroyer) kelas Murasame itu datang sebagai bagian dari agenda diplomasi pertahanan dan pengerahan kekuatan Jepang di kawasan Indo-Pasifik.

Kedatangan JS Harusame disambut jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III. Asisten Operasi (Asops) Komandan Kodaeral III Kolonel Laut (P) Yovan Ardhianto Yusuf memimpin penyambutan mewakili Komandan Kodaeral III Laksamana Muda Uki Prasetia.

Baca Juga: KSAU Terima Kunjungan Kehormatan COMPACAF, Bahas Isu Siber hingga Air Domain Awareness

"Kunjungan Harusame di Jakarta dijadwalkan berlangsung selama empat hari," ujar Uki dalam keterangannya, dikutip Selasa (18/11).

Pada kesempatan tersebut, delegasi TNI AL yang menyambut kedatangan JS Harusame, melakukan kunjungan kapal (ship tour) meninjau fasilitas tempur, pusat kendali, dan sistem persenjataan kapal dengan nomor lambung 102 itu.

JS Harusame yang dipimpin oleh Commander Makoto Ozawa ini berlayar dari pangkalan militer Diego Garcia sejak 11 November. Kapal yang bermarkas di pangkalan Sasebo, Nagasaki, rutin ditugaskan dalam operasi kontra-pembajakan hingga latihan-latihan bersama dengan sejumlah negara Indo-Pasifik.

Adapun JS Harusame dibangun oleh galangan kapal Mitsui Engineering and Shipbuilding. Kapal perang ini mulai diturunkan lunas pada 11 Agustus 1994, diluncurkan 16 Oktober 1995, dan resmi bertugas di Angkatan Laut Jepang, sejak 24 Maret 1997.

Baca Juga: Benteng Fort Willem I Resmi Dibuka untuk Umum

Destroyer sepanjang 151 meter dengan bobot penuh sekitar 6.200 ton ini memiliki senjata Vertical Launching System (VLS), peluru kendali anti-kapal type 90, meriam 76 mm, Phalanx CIWS, tabung torpedo, serta hanggar, dan dek untuk operasi helikopter SH-60.

Pelayaran JS Harusame tahun ini merupakan bagian dari rangkaian Indo-Pacific Deployment JMSDF, program pengerahan kapal perang Jepang untuk memperkuat kehadiran mereka di kawasan, meningkatkan interoperabilitas dengan negara mitra, hingga memperluas kerja sama keamanan maritim. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.