HANKAM

Desertir TNI AL Diduga Terlibat Kasus Penculikan di Tangerang Selatan

Ilustrasi penculikan
Ilustrasi penculikan. (Foto: Dok. Shutterstock)

Jakarta, IDM – Seorang anggota TNI AL yang telah disersi sejak tahun lalu diduga terlibat dalam kasus penculikan di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah aparat kepolisian mengungkap dugaan keterlibatan dua anggota TNI AL dalam aksi tersebut. Dari hasil penyelidikan, keduanya disebut disewa pelaku utama untuk mengamankan lokasi penyekapan korban. Peristiwa ini pun memicu kekhawatiran masyarakat, lantaran menyangkut keterlibatan aparat dalam tindak pidana serius.

Baca Juga: 7 Prajurit Perempuan Kopassus Torehkan Prestasi Luar Biasa, Ini Rinciannya

Menanggapi hal itu, TNI AL bergerak cepat melakukan koordinasi dan penelusuran internal. Dari hasil pemeriksaan, diketahui salah satu dari dua oknum yang disebut terlibat ternyata bukan lagi prajurit aktif, melainkan desertir berinisial Praka MRA yang telah dipecat secara tidak hormat sejak 12 Juli 2024.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul menjelaskan, MRA telah meninggalkan kesatuannya tanpa izin dan diberhentikan melalui mekanisme Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) secara in absentia.

Saat ini, lanjutnya, MRA masih menjalani pendalaman kasus di Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III Jakarta.

Baca Juga: TNI AD Bongkar Ladang Ganja di Dusun Ngutok Pegunungan Bintang

“Penanganan kasus ini nantinya akan diserahkan ke Pengadilan Militer, mengingat MRA juga belum menjalani hukuman atas desersinya,” ujar Tunggul dalam keterangannya, dikutip Selasa (21/10).

Ia menambahkan, TNI AL mengapresiasi langkah kepolisian dalam penanganan kasus ini dan memastikan akan bersikap kooperatif selama proses penyidikan berlangsung. TNI AL juga menegaskan komitmennya untuk menegakkan disiplin dan hukum tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terbukti melanggar. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.