Deretan Enam Perwira Tinggi Marinir yang Naik Pangkat

Jakarta, IDM - Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto, secara resmi menerima laporan kenaikan pangkat enam perwira tinggi (Pati) "baret ungu".
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Rabu (21/2), penerimaan laporan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi itu dilaksanakan di Markas Komando Korps Marinir (Mako Kormar), Kwitang, Jakarta, Selasa (21/2).

Enam perwira tinggi tersebuat adalah Mayjen TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso menjabat sebagai Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Danpuspomal), Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi sebagai Gubernur AAL, dan Brigjen TNI (Mar) Muhammad Nadir sebagai Komandan Komando Pendidikan Marinir (Dankodikmar).
Kemudian, Brigjen TNI (Mar) Benny Poltak Nadeak, menjabat sebagai Atase Pertahanan KBRI di Beijing-Cina, Brigjen TNI (Mar) Soeharijadi, menjabat sebagai Pati Sahli KSAL bidang Wilnas serta Brigjen TNI (Mar) Andi Rahmat M menjabat sebagai Karoum Settama Bakamla.
Baca: Perkokoh Sinergisitas, Dispenau Gelar Ramah Tamah dengan Awak Media
Dalam kesempatan tersebut, Widodo bersama pejabat utama Mako Kormar, mengucapkan selamat datang dan juga selamat atas kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada enam perwira tinggi Korps Marinir. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































