Delegasi TNI AD Terbang ke Brazil Tinjau Teknologi Drone

Jakarta, IDM – Delegasi TNI AD yang dipimpin Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Danpussenarmed) Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, terbang ke Brazil untuk mengunjungi ADTECH, sebuah perusahaan pertahanan terkemuka di negeri samba tersebut.
Kunjungan tersebut berlangsung dari tanggal 5-11 Juli 2025.
Baca Juga: TNI Sebut Empat Eks Anggota OPM yang Kembali ke NKRI Berstatus Pelajar
Dilansir dari keterangan Penpussenarmed, Senin (14/7) kunjungan dilakukan dalam rangka menjajaki teknologi pertahanan berbasis wahana udara tanpa awak (UAV) atau yang lebih dikenal dengan istilah drone.

Kegiatan utama mencakup peninjauan fasilitas produksi ADTECH, dan pengamatan langsung uji coba (flight demo) dari drone harpia, yaitu drone multifungsi yang telah digunakan oleh berbagai lembaga keamanan dan militer di Brazil, termasuk sejumlah negara sejak tahun 2024.

Baca Juga: Kapal Layar CNS Esmeralda Bawa Kadet Angkatan Laut Chili ke Jakarta
Drone harpia menjadi salah satu kandidat UAV taktis masa depan yang cocok digunakan untuk pengintaian, penyesuaian tembakan artileri, serta operasi khusus modern TNI AD. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































