Delegasi British Army Tinjau Rudal Starstreak Milik Batalyon Arhanud 8/MBC

Jakarta, IDM – Delegasi British Army yang dipimpin Brigadir General Christopher Davies Obe melaksanakan kunjungan di Mako Yonarhanud 8/Marawaca Bhuana Cakti (MBC), Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (3/10/2024).
Mereka langsung disambut Danyonarhanud 8/MBC Letkol Arh Iwan Hermaya.
Baca Juga: PTDI dan Koharmatau Teken Kerja Sama Modernisasi Pesawat C-130 Hercules TNI AU
Dilansir dari keterangan Penerangan Yon arhanud 8, Kamis, (8/10) disebutkan kunjungan ini merupakan rangkaian dari kegiatan penguatan kerja sama di bidang pertahanan, khususnya TNI-AD dengan British Army melalui Army Staff Talks atau AST yang diselenggarakan di Surabaya.

Pada kesempatan ini, delegasi British Army juga mendengarkan presentasi dan peninjauan alutsista Rudal Starstreak.
Baca Juga: Prajurit Buaya Putih Bagikan Baju Gratis untuk Warga Ambobera
Rudal Starstreak merupakan salah satu alutsista yang digunakan oleh Batalyon Artileri Pertahanan Udara 8/MBC. Rudal ini memiliki misil kategori HVM (high velocity missile) yang memiliki kecepatan lebih dari 3 mach. Rudal ini memiliki kemampuan tembak efektif sejauh 7 kilometer dan jangkauan radar mencapai 250 kilometer. (rr)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































