HANKAM

Dayanya Menembus Baja, Marinir Uji Ketepatan Senjata Roket RPG di Pasuruan

Prajurit Korps Marinir
Seorang prajurit Korps Marinir dalam posisi siap membidik sasaran menggunakan senjata pelontar roket anti-tank RPG-7 saat sesi latihan menembak di Grati, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (15/10). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Korps Marinir menguji ketepatan senjata pelontar roket anti-tank di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 3 Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Pengujian granat berpeluncur roket atau Rocket-Propelled Grenade (RPG) jenis Type 69-1 kaliber 40 milimeter buatan perusahaan pertahanan asal Cina, Norinco, berlangsung pada Kamis (15/10). Senjata militer ini dirancang untuk menembus kendaraan berlapis baja serta mendukung pertempuran jarak dekat.

Baca Juga: Respons Antrean BBM, TNI AD Terjunkan Prajurit jadi Petugas SPBU di Bali

Kepala Staf Korps Marinir (Kaskormar) Mayjen TNI (Mar) Suherlan memantau langsung latihan penembakan didampingi Komandan Komando Latihan Marinir (Kolatmar) Brigjen TNI (Mar) Agus Dwi Laksana Putra. Rangkaian pengujian mencakup pemeriksaan fisik, dimensi, hingga pembuktian daya ledak di lapangan tembak.

Roket meluncur mulus dan menghantam sasaran tembak pada jarak 300 meter hingga hancur berkeping-keping. Hasil uji lapangan membuktikan tingkat akurasi serta keamanan munisi memenuhi standar operasional.

Sebagai informasi, senjata RPG Type 69 buatan Cina merupakan pengembangan dari RPG-7 asal Uni Soviet yang diperkenalkan sejak awal 1970-an. Secara spesifik, senjata ini memiliki kaliber pelontar 40 mm dengan proyektil granat roket berhulu ledak High-Explosive Anti-Tank (HEAT) yang mampu menembus lapisan baja kendaraan tempur tebal.

Suherlan
Kaskormar Mayjen TNI (Mar) Suherlan (tengah, berkacamata hitam) memeriksa deretan munisi granat berpeluncur roket (RPG) kaliber 40 mm sebelum digunakan dalam uji fungsi. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Senjata andalan infanteri ini banyak diadopsi oleh militer berbagai negara di dunia karena memiliki daya tahan tinggi, struktur sederhana, biaya produksi efisien, serta diandalkan dalam pertempuran perkotaan maupun operasi pendaratan. Penggunanya meliputi militer Cina (PLA), Pakistan, Bangladesh, Iran, Irak, Korea Utara, hingga berbagai pasukan pertahanan di kawasan Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika.

Dalam keterangan resmi Dinas Penerangan Korps Marinir (Dispen Kormar), pengecekan berkala terhadap material tempur memegang peranan penting dalam menjaga kesiapsiagaan pasukan.

Baca Juga: Pangkormar dan Deretan Petinggi Marinir Terima Brevet Kehormatan Paspampres

"Kegiatan uji fungsi ini bertujuan memastikan material munisi memenuhi spesifikasi teknis TNI AL, memiliki tingkat keamanan yang dapat diandalkan, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tulis Dispen Kormar, dikutip Jumat (16/10).

Sejumlah pejabat utama turut mendampingi peninjauan lapangan tersebut, meliputi perwira dari Pasukan Marinir (Pasmar) 2, Brigif 2 Marinir, serta tim ahli persenjataan TNI AL.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.