Dari Kemhan ke Wantimpres, Rekam Jejak Letjen Purn Ida Bagus Purwalaksana

Jakarta, IDM – Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ida Bagus Purwalaksana kembali mendapat penugasan strategis di lingkungan pemerintahan.
Purnawirawan TNI Angkatan Darat yang pernah menduduki sejumlah posisi penting di Kementerian Pertahanan (Kemhan) itu kini dipercaya menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Presiden Prabowo Subianto melantik Ida Bagus bersama jajaran Ketua, Wakil Ketua, dan anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10).
Pelantikan itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden.
Masuknya nama Ida Bagus ke dalam Wantimpres memperpanjang perjalanan pengabdiannya setelah lebih dari tiga dekade berkarier di TNI AD dan menduduki sejumlah jabatan strategis di sektor pertahanan.
Baca Juga: Rincian Senjata yang Diserahkan Warga Ternate ke TNI AD: Ada Peninggalan VOC 1771
Ida Bagus lahir di Cimahi, Jawa Barat, pada 5 Februari 1964 dan merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1987.
Karier militernya dimulai dari satuan tempur sebelum kemudian berkembang ke sejumlah posisi komando dan staf strategis.
Ia pernah bertugas di lingkungan Kostrad dan Kopassus, antara lain sebagai Danyonif Linud 328/Dirgahayu, Dandim 0419/Tanjung Jabung, Waasops Kodam XII/Tanjungpura, Kasbrigif Linud 17/Kujang I Kostrad, hingga Danbrigif Linud 17/Kujang I Kostrad.
Kariernya kemudian berkembang ke posisi strategis di lingkungan TNI AD dan Kemhan. Pada 2014, Ida Bagus dipercaya sebagai Kepala Biro Tata Usaha Sekretariat Jenderal Kemhan. Tiga tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemhan.
Pada 2019, ia menjabat Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kemhan sebelum kemudian dipercaya sebagai Inspektur Jenderal Kemhan dengan pangkat Letnan Jenderal. Posisi tersebut dijalaninya hingga 2022.
Baca Juga: Delegasi Angkatan Bersenjata Australia Tinjau Perawatan Rantis Bushmaster di Markas PMPP TNI
Sebagai Irjen Kemhan, Ida Bagus berada pada posisi yang berkaitan dengan pengawasan internal di lingkungan kementerian. Kemhan menyebut Inspektorat Jenderal merupakan unsur pelaksana tugas Menteri Pertahanan dalam bidang pengawasan intern.
Selepas memasuki masa purnatugas, kiprah Ida Bagus tidak berhenti di sektor pertahanan. Ia juga terlibat dalam isu ketahanan pangan. Kementerian Pertanian saat ini mencatat Ida Bagus sebagai Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Food Estate.
Sebelumnya, ketika masih berkiprah di lingkungan Kemhan, Ida Bagus juga terlibat dalam pengembangan program ketahanan pangan.
Pada Maret 2024, misalnya, ia mewakili Menteri Pertahanan dalam panen raya jagung di kawasan food estate di Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
Baca Juga: Tiga Faktor Utama TNI Lumpuhkan Ancaman Multidomain
Dalam kesempatan itu, Ida Bagus menekankan keterkaitan ketahanan pangan dengan kemandirian masyarakat.
Kini, pengalaman panjang tersebut dibawa ke lembaga yang memiliki fungsi memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.
Wantimpres berkedudukan di bawah Presiden dan bertugas memberikan nasihat serta pertimbangan, baik diminta maupun tidak diminta.
Dengan latar belakang sebagai perwira tinggi TNI, mantan pejabat strategis Kemhan, serta pengalaman pada isu ketahanan pangan, Ida Bagus menjadi salah satu figur berlatar belakang pertahanan dalam susunan Wantimpres yang baru dilantik Presiden Prabowo.
Pelantikan tersebut menandai babak baru pengabdian Ida Bagus Purwalaksana setelah sebelumnya menempati sejumlah posisi penting dalam struktur pertahanan negara.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































