HANKAM

Dari Jenderal Hingga Prajurit yang Dimakamkan di TMPN Kalibata, Siapa Saja?

Kalibata
(IDM/Muhammad Hidayat)

Jakarta, IDM – Setiap tanggal 10 November, Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai simbol perlawanan rakyat terhadap pasukan penjajah. Kepada para pahlawan yang gugur di medan perjuangan, negara memberikan “rumah peristirahatan” terakhirnya.

Di Indonesia sendiri Taman Makam Nasional hampir berada di seluruh wilayah, salah satunya adalah Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata.

TMPN Kalibata merupakan tempat pemakaman para pahlawan nasional dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Tempat ini memiliki sejarah yang berakar dalam perjuangan dan pengorbanan mereka yang berjuang untuk kemerdekaan bangsa.

Baca Juga: Taruna Akmil dan Prajurit TNI Tampil Kompak di Parade Republic Day of India 2025

Tujuan berdirinya TMPN Kalibata adalah untuk memberikan tempat peristirahatan yang layak bagi para pahlawan dan pejuang yang telah berkorban dalam perjuangan melawan penjajahan untuk kemerdekaan Indonesia.

Dilansir dari Tempo, awalnya Taman Makam Pahlawan (TMP) di jakarta berada di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Namun, karena pada saat itu Ancol masih sepi, belum berkembang, dan dipenuhi rawa serta semak belukar, TMP Ancol dipindahkan ke lahan baru seluas 5 hektare di Jakarta Selatan, Kalibata berdasarkan pertimbangan rencana perkembangan kota.

Pada tahun 1953, TMP mulai didirikan dengan kolaborasi antara arsitek Indonesia, Friedrich Silaban dan kontraktor Belanda dengan bantuan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Dinas Bangunan TNI Sub Direktorium.

Baca Juga: TNI AD Likuidasi Tiga Kodim di Surabaya, Ini Daftarnya

TMP Kalibata sendiri memiliki lima balok tinggi yang menggambarkan lima sila Pancasila.

Dilansir dari laman Kementerian Sosial, setelah bangunan rampung, TMP diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 10 November 1954. Lalu pada 10 November 1974, Presiden Soeharto mengubah nama Taman Makam Pahlawan (TMP) menjadi Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) dan meresmikannya.

TMP Kalibata ditetapkan menjadi TMPN Kalibata pada 6 April 1976 melalui Kepres RI Nomor 18 Tahun 1976. Berdasarkan UU No 20 Tahun 2009, TMPN Kalibata ditetapkan menjadi TMPN Utama Kalibata.

Luas TMPN Utama Kalibata adalah 247.423 meter persegi (24,7 ha). Jumlah makam di TMPN Utama Kalibata sekitar 9.870 makam, termasuk 37 makam yang telah dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional. (berbagai sumber/nhn)

Berikut nama-nama pahlawan dari unsur TNI yang dimakamkan di TMPN Kalibata?

Jenderal TNI Anm. A. Yani
Letjen. TNI. Anm Suprapto
Letjen. TNI. Anm. MT. Harjono
Letjen. TNI. Anm. S. Parman
Mayjen. TNI. Anm. D.I. Panjaitan
Mayjen. TNI.Anm. S. Siswomihardjo
Kapten CZI. Anm. Pierre Tendean
Marsekal Muda TNI Halim Perdanakusuma
Jenderal TNI Ahmad Yani
Laks.Laut R.E. Martadinata
Sersan II KKO. Anm. Janatin alias Osman
Kopral KKO. Anm. Harun
Jend. TNI. Basuki Rakhmat
Marsda TNI. Anm. A. Halim Perdanakusuma
Marsma TNI. Anm. R. Iswahyudi
Jend. Besar TNI. Kehormatan A.H. Nasution
Letnan Jenderal (Purn) Jamin Gintings

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.