Dari Bakamla ke Marinir, Mayjen Ili Dasili Jabat Danpasmar 1

Jakarta, IDM – Mayjen (Mar) Ili Dasili resmi menjadi Komandan Pasukan Marinir (Danpasmar) 1 usai menerima tongkat komando dari Brigjen (Mar) Ena Sulaksana, dalam upacara serah terima jabatan di Jakarta, Senin (1/9).
Upacara yang dipimpin oleh Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi tersebut juga dilakukan bersamaan dengan serah terima jabatan Danpasmar 2 dari Brigjen (Mar) Nanang Saefulloh kepada Mayjen (Mar) Oni Junianto.
Dalam sambutannya, Endi menegaskan pergantian pejabat merupakan bagian dari dinamika organisasi.
“Ini merupakan bagian dari pembinaan personel secara berkesinambungan dan selalu berjalan secara dinamis sebagai bagian dari rotasi jabatan dan perpindahan penugasan di wilayah yang berbeda,” kata Endi, dikutip dari keterangan Pasmar 1.
Baca Juga: Wakil Panglima: Kemhan dan TNI dalam Satu Komando Jaga Kedaulatan Negara
Ia menekankan, serah terima jabatan kali ini juga terkait validasi organisasi Korps Marinir yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto di Batujajar, Bandung, pada 10 Agustus 2025.
"Dengan validasi tersebut, jabatan Danpasmar yang semula dijabat perwira bintang satu kini naik menjadi dijabat perwira bintang dua,” jelasnya.
Menurutnya, penataan organisasi ini diharapkan memberi dampak positif terhadap kinerja.
“Diharapkan dengan serah terima jabatan ini tumbuh semangat baru dalam organisasi Pasmar. Semangat itu harus membawa dampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja secara menyeluruh,” tegas Endi.
Baca Juga: TNI AU-RAAF Sepakati Peningkatan Kerja Sama Lewat Pertukaran Informasi hingga Latihan Bersama
“Saya percaya Danpasmar 1 dan Danpasmar 2 yang baru akan mengemban amanah ini dengan baik. Dengan pengalaman dan dedikasi yang dimiliki, keduanya mampu menghadapi tantangan dan menjawab tuntutan tugas ke depan,” pungkasnya.
Riwayat Jabatan Mayjen Ili Dasili
Ili Dasili merupakan alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 1996 dan dikenal sebagai salah satu perwira Marinir dengan rekam jejak penugasan yang lengkap, mulai dari lapangan hingga lingkaran strategis kepemimpinan.
Pria berusia 53 tahun ini mengawali karier militer dengan berbagai penugasan di satuan artileri pertahanan udara Marinir. Pada 2013, ia dipercaya sebagai Komandan Batalyon Artileri Pertahanan Udara 1 Marinir sekaligus perwira staf logistik Resimen Artileri 1 Marinir. Dua tahun kemudian, kariernya melesat ketika ditunjuk menjadi Wakil Komandan Grup A Paspampres, hingga akhirnya dipercaya sebagai ajudan Presiden Joko Widodo pada 2017-2019.
Baca Juga: 213 Siswa Ikuti Pendidikan Setukba Angkatan ke-47 di Lanud Adi Soemarmo
Usai dari istana, ia kembali ke Korps Marinir dan menjabat Komandan Resimen Artileri 1 Marinir pada 2019-2021. Setelah itu, ia masuk ke lingkaran strategis TNI AL dengan menjabat Koorsmin KSAL pada 2021, lalu dipercaya memimpin Komando Pendidikan Marinir (Dankodikmar) di Kodiklatal hingga 2023.
Jejak kariernya juga meluas di struktur TNI ketika ditunjuk sebagai Kaskogartap III Surabaya pada 2023 dan kemudian menjabat perwira staf ahli tingkat III bidang kesejahteraan personel Panglima TNI. Pada 2024, ia sempat menjadi staf khusus KSAL sebelum akhirnya dipercaya mengisi jabatan Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama di Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI.
Dengan pengalaman panjang tersebut, Ili Dasili kini kembali ke jantung Korps Marinir dan resmi mengemban amanah sebagai Danpasmar 1, sekaligus menyandang pangkat perwira tinggi bintang dua. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































