Danyonko 462 Paskhas Pimpin Apel Pelepasan Penugasan Operasi Pengamanan Perbatasan RI-PNG

IDM - Komandan Batalyon Komando 462 Paskhas Letkol Pas Muhammad Junaidi memimpin apel pelepasan prajurit Yonko 462 Paskhas dalam rangka penugasan Operasi Pengamanan Perbatasan RI-PNG Kewilayahan di Provinsi Papua dan Papua Barat, Senin (03/01).

Pada pelaksanaan apel pelepasan pemberangkatan tersebut, Danyonko 462 Paskhas menyampaikan, dalam pelaksanaan penugasan selalu jaga nama baik satuan, karena tugas itu merupakan suatu kehormatan.

“Tugas itu adalah merupakan harga diri kita dan harga diri satuan, tugas itu merupakan suatu kebanggaan, jadi saya harapkan kepada prajurit Yonko 462 Paskhas agar dapat melaksanakan tugas tersebut dengan baik,” ucap Junaidi.

“Dimanapun bertugas, bersama satuan apapun lakukan setiap penugasan sebaik – baiknya, jadikan kalian itu menjadi satu tim yang utuh solid jangan ada perpecahan sehingga kalian akan sanggup melaksanakan tugas kalian dengan baik”. tambah Junaidi.

Ikut dalam pengantaran tersebut Wadanyonko 462 Paskhas Mayor Pas Dendra Istiana Dharma, Para Perwira, Dansimayon, Ketua pengurus PIA Ardhya Garini 01-4/G.IV Yonko 462 Paskhas dan keluarga besar Yonko 462 Paskhas. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































