Danyonif 501 Kostrad Ikuti Latihan Gabungan Negara Indo-Pasifik di Jepang

Jakarta, IDM - Komandan Batalyon Infanteri 501 Kostrad Mayor Inf Yakhya Arianto bersama dua prajurit terbaik perwakilan satuan mengikuti latihan gabungan di Jepang selama seminggu sejak 3 Januari sampai 9 Januari 2024.
Latihan yang diikuti negara Indo-Pasifik seperti Amerika, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, Kamboja dan Jepang ini bertujuan untuk mempererat hubungan persahabatan dan juga saling menjaga keamanan serta stabilitas wilayah.
Baca Juga: TNI AU Soal Pengadaan Console VIP Super Hercules C-130J: Sesuai Kebutuhan dan Peraturan
Salah satu rangkaian kegiatan latihan adalah IACC (International Airborne Commander Conference), yang merupakan sebuah konferensi seluruh komandan pasukan lintas udara internasional.
Konferensi ini menjadi sarana diplomasi yang bertujuan untuk mempererat hubungan persahabatan antar negara-negara Asia, Amerika dan Eropa.
Baca Juga: Dankormar Terima Laporan Korps Kenaikan Pangkat Tiga Perwira Tinggi Marinir
Yakhya berharap semoga semakin banyak latihan bersama antarnegara yang dapat dilaksanakan.
“Sehingga Tentara Nasional Indonesia dapat membantu memaksimalkan keamanan dan stabilitas wilayah Indo-Pasifik,” kata Yakhya, Selasa (9/1). (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































