Danyonarmed 6 Cek Kesiapan Satuan Jelang Uji Siap Tempur Terintegrasi

Jakarta, IDM – Komandan Yonarmed 6 Kostrad, Letkol Arm I Gede Satria Bandem, memimpin apel gelar pasukan di Yonarmed 6, Makassar, Senin (24/8).
Apel gelar pasukan menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan personel dan materiil menjelang pelaksanaan Uji Siap Tempur (UST) Terintegrasi.
“Kesiapan satuan harus dimulai dari hal-hal mendasar, mulai dari kelengkapan perorangan hingga kesiapan materiil dan organisasi secara keseluruhan,” kata Danyonarmed dilansir dari siaran pers Kostrad, Rabu (26/8).
Baca Juga: TNI AD Jago Siber, Borong Tiga Gelar di Ajang Rise The Ranger
Pengecekan kesiapan satuan sendiri menjadi bagian penting dalam tahapan persiapan latihan untuk menjamin seluruh unsur satuan siap melaksanakan tugas secara optimal.
Melalui pengecekan yang menyeluruh, Yonarmed 6 Kostrad yakin dapat melangsungkan UST Terintegrasi dengan aman, lancar, dan mencapai hasil maksimal.
Dalam kegiatan tersebut, prajurit Yonarmed 6/3 Kostrad menunjukkan kesiapan baik secara perorangan maupun kelompok.
Setiap unsur diberikan pemahaman mengenai tugas, tanggung jawab, serta mekanisme pelaksanaan latihan agar mampu melaksanakan setiap tahapan dengan baik dan profesional.
Baca Juga: Mengenal Pendidikan Tamtama Genderang Sangkakala TNI AD
Latihan UST Terintegrasi sendiri adalah program latihan militer tingkat uji siap tempur dengan menggabungkan berbagai unsur atau kecabangan satuan secara bersamaan untuk menguji kesiapsiagaan operasional.
Ada beberapa tujuan latihan ini digelar, yakni menguji kemampuan aspek tempur seperti menilai aplikasi teknik, taktik, dan prosedur satuan di lapangan. Lalu kerja sama antarkecabangan, memperkuat sinergi dan koordinasi taktis antara Infanteri, Artileri Medan (Armed), Artileri Pertahanan Udara (Arhanud), Kavaleri, Zeni, hingga Polisi Militer.
Latihan UST Terintegrasi juga digunakan sebagai wadah mengukur efektivitas penggunaan alat utama sistem pertahanan dalam skenario pertempuran nyata.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































