HANKAM

Danwingdik 400 Matukjur Buka Latihan Praktis Bintara dan Tamtama Polisi Militer TNI AU

Danwingdik 400 Matukjur
Danwingdik 400 Matukjur memeriksa kesiapan siswa Bintara dan Tamtama peserta pelatihan praktis Polisi Militer TNI AU di Skadik 404, Boyolali, Rabu (28/10). (Foto: Dok. Pen Wingdik 400/Matukjur)

Jakarta, IDM – Komandan Wing Pendidikan (Wingdik) 400/Matukjur, Kolonel Pas Heru Widodo membuka latihan praktis siswa Kursus Bintara Manajemen Kejuruan Polisi Militer TNI AU (Pomau) angkatan ke-31 dan Kursus Kejuruan Lanjutan Tamtama Pomau angkatan ke-52 di Skadron Pendidikan (Skadik) 404, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (28/10).

Heru menegaskan, latihan praktis menjadi tahapan penting dalam pendidikan militer untuk mengaplikasikan teori ke dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Melalui latihan ini, lanjut Heru, kemampuan teknis, ketelitian, kedisiplinan, ketanggapan, kerja sama hingga pengambilan keputusan para siswa akan diuji dan dikembangkan.

Baca Juga: Hari Sumpah Pemuda, KSAL: KRI Sriwijaya Simbol Tekad Menjaga Persatuan Nusantara

“Oleh karena itu, seluruh siswa diminta mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan,” pesan Heru.

Heru juga memberikan pesan kepada para siswa latihan. Pertama, untuk siswa Kursus Bintara Manajemen Kejuruan Polisi Militer TNI AU ditekankan untuk menguasai kemampuan manajerial.

“Mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, hingga pelaksanaan tugas yang didukung keteladanan dan kecermatan dalam membina anggota,” pesan Heru.

Sementara untuk siswa Kursus Kejuruan Lanjutan Tamtama (Susjurlata) Pomau, ia berpesan agar terus meningkatkan kemampuan teknis dan keterampilan dasar kepolisian militer, memahami prosedur tugas, serta bekerja secara sistematis, dan disiplin.

Baca Juga: TNI AD akan Rekrut 5.000 Bintara dan 14.000 Tamtama

Selain itu, Danwingdik 400/Matukjur mengimbau kepada para instruktur dan pelatih agar memberikan bimbingan secara profesional serta melaksanakan evaluasi secara objektif untuk mencapai sasaran latihan.

Dilansir dari siaran pers Pen Wingdik 400/Matukjur, latihan ini diikuti 85 siswa yang terbagi atas 20 siswa Kursus Bintara Manajemen Kejuruan Polisi Militer TNI TNI AU dan 65 siswa Susjurlata Pomau.

Latihan akan berlangsung selama delapan hari, terhitung sejak 28 Oktober hingga 4 November 2026.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.