Dansesko TNI Ingatkan Capasis Harus Adaptif terhadap Perang Multidomain

Jakarta, IDM – Komandan Sekolah Staf dan Komando (Dansesko) TNI Marsekal Madya Arif Widianto mewanti-wanti calon perwira siswa (capasis) agar adaptif terhadap perang multidomain.
Penekanan itu disampaikan Arif saat memberikan pengarahan capasis program Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) Tahun Ajaran 2026 di Graha Widya Adibrata Sesko TNI, Bandung, Kamis (29/1).
Baca Juga: TNI AD Kerahkan Alat Berat Pulihkan Infrastruktur Pascabencana di Tapteng
Dalam pengarahannya, Dansesko menekankan kepemimpinan adaptif untuk menghadapi perang multidomain.
“Komandan Sesko TNI menekankan pentingnya dedikasi, pengorbanan, serta kepemimpinan yang adaptif bagi para perwira siswa dalam menghadapi dinamika geopolitik global dan karakter peperangan masa depan,” tulis keterangan pers Sesko TNI, dikutip Jumat (30/1).
Arif juga mengutip arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rapim TNI-Polri bahwa mandat dan kewenangan yang dimiliki prajurit TNI dan anggota Polri bersumber dari rakyat, sehingga menuntut pengabdian serta tanggung jawab yang tinggi.
Baca Juga: TNI–Polri Gelar Layanan Kesehatan Keliling, Sasar Warga Terdampak Bencana di Sumatra
Sebelumnya, para capasis melaksanakan kegiatan lapor datang, yang merupakan bagian dari rangkaian awal pendidikan Dikreg LV Sesko TNI TA 2026.
Dalam kegiatan tersebut, dilaksanakan pengecekan terhadap para perwira siswa serta penyerahan dan pemeriksaan kelengkapan berkas administrasi sebagai persyaratan mengikuti pendidikan. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































