Dansatsel Harry Setiawan, Pribadi Cerdas dan Sayang Orangtua

Jakarta, IDM - Upaya pemerintah dalam pencarian kapal selam TNI AL KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Bali pada Rabu (23/4) terus dilakukan. KRI Nanggala-402 dijadwalkan mengikuti uji coba latihan penembakan torpedo.
Menurut manifes yang diterbitkan oleh Penerangan Angkatan Laut, terdapat 53 anggota atau awak. Dari 53 orang tersebut, salah satunya adalah Kolonel Harry Setiawan, Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Komando Armada (Koarmada) II.
Jabatan Dansatsel Koarmada II baru diemban Kolonel Harry Setiawan baru sekitar satu bulan yaitu sejak 6 Maret 2021 menggantikan Kolonel Laut (P) M. Iwan Kusumah. Sebelum menjabat Dansatsel, Harry diketahui pernah menjadi Komandan KRI Nagapasa-403. Kemudian pada tahun 2018, Harry juga bertugas sebagai Komandan Lanal Ranai di Natuna. Dilansir dari Kumparan, setelah menjabat Danlanal Ranai, Harry kemudian bertugas sebagai Asisten Operasi Komandan Gugus Keamanan Laut (Asops Danguskamla) Koarmada I Batam pada Oktober 2019. Setelah itu Harry mengikuti Pendidikan Reguler (Dikreg) Sesko TNI Angkatan XLVII hingga lulus pada Desember 2020.

Kolonel Harry dikenal sebagai sosok yang cerdas dan disiplin. Menurut Jajang, paman Harry Setiawan, keponakannya sosok yang supel dan pandai bergaul. Harry, lanjut Jajang, merupakan sosok yang sangat dekat dengan keluarga dan sayang kepada orangtua.
“Setiap mau berangkat berlayar, dia selalu pamit. Sebelum berangkat latihan tempur kemarin dia juga pamit. Mohon doa restu, katanya ada latihan penembakan torpedo kedua. Mudah-mudahan lancar dan selamat,” kata Jajang yang menirukan ucapan Harry saat itu. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































