HANKAM

Danpussenkav: Dampak Perang Rusia-Ukraina, Perawatan Tank Leopard TNI AD Tersendat

(Yonkav)-8
Tank Leopard milik Batalyon Kavaleri (Yonkav)-8 digunakan pada Latihan Antar Kecabangan (Lat Ancab) Satgasrat Brigif R-9/DY Kostrad. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM - Dampak perang Rusia dan Ukraina rupanya menjalar ke TNI AD. Menurut Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Danpussenkav) Mayjen TNI Yanuar Adil dampak tersebut adalah tersendatnya pemeliharaan dan perawatan (harwat) tank Leopard milik TNI Angkatan Darat (AD).

“Kita mempunyai tank Leopard. Dampaknya, eksesnya negara-negara NATO sekarang suku cadangnya sudah diambil untuk memenuhi tank-tank Leopard mereka untuk dikirim ke Ukraina, sehingga ranpur (kendaraan tempur) kita, yang notabene anggarannya, saya enggak ngerti ya, anggaran yang sekarang, kemarin turun dari sekian juta, turun sekian, dan belum ada perawatan sama sekali,” ujar Yanuar dalam webinar bertajuk “Setahun Perang Rusia-Ukraina: Pembelajaran bagi Strategi Pertahanan Angkatan Darat” yang digelar LAB 45 secara daring, seperti dikutip dari Kompas, Kamis (23/2).

Sejauh ini, lanjut Yanuar, tank Leopard milik TNI AD belum pernah dilakukan harwat sejak didatangkan dari Jerman.

Kalau kita sekarang memesan suku cadang ke Jerman, itu mungkin sudah habis. Jadi ya mungkin saya memohon anggaran pertahanan ke depan berkaitan dengan harwat ini segera dilaksanakan,” kata Yanuar.

Baca: Danpussenarmed: TNI AD Belum Punya Batalyon Armed di Wilayah Timur

Saat ini Indonesia memiliki tank Leopard 2A4 sebanyak 42 unit dan Leopard 2RI 61 unit.

Tank yang punya berbagai versi dengan berat antara 56 hingga 62 ton itu ditumpangi empat awak dan memiliki jangkauan tempur sekitar 500 kilometer, dan kecepatan tertinggi sekitar 68 kilometer per jam. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.