Danpuspomal Berikan Pemahaman Pelanggaran Hukum kepada Pasis Dikreg Seskoal

Jakarta, IDM - Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Danpuspomal) Laksamana Muda TNI Edwin, memberikan pemahaman dan gambaran pelanggaran hukum yang harus dihindari prajurit, khususnya perwira siswa (Pasis) pendidikan reguler (Dikreg) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal).
Hal tersebut disampaikan Edwin saat memberikan pembekalan akhir kepada perwira siswa Dikreg Seskoal angkatan ke-60 2022 di Seskoal, Cipulir, Jakarta, Jumat (21/10).
Edwin juga berharap, para perwira ssiwa Dikreg Seskoal angkatan ke-60 2022 dapat mengambil keputusan dengan bijak dan penuh rasa tanggung jawab.
"Para perwira siswa nantinya akan menjadi seorang komandan dan atasan bagi para prajurit yang mempunyai situasi kehidupan yang berbeda," tegas Edwin, dikutip dari keterangan Pen Seskoal, Selasa (25/10).
Kegiatan pembekalan perwira siswa ini juga sebagai wujud perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo, agar seluruh prajurit TNI AL membangun sumber daya manusia yang unggul dan profesional, serta tangguh memghadapi segala ancaman. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































