HANKAM

Danpasmar 1 Kini Dijabat Seorang Perwira Intelijen, Ini Profilnya

Dankormar Mayjen (Mar) Endi Supardi.
Dankormar Mayjen (Mar) Endi Supardi menyerahkan tongkat kepemimpinan Danpasmar 1 kepada Kolonel (Mar) Ena Sulaksana, Jakarta, Minggu (8/6). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen (Mar) Endi Supardi memimpin serah terima jabatan Komandan Pasmar 1 di Jakarta, Minggu (8/6).

Jabatan Komandan Pasmar 1 diserahkan dari Brigjen (Mar) Umar Farouq kepada Kolonel (Mar) Ena Sulaksana. Selanjutnya, Farouq akan menyelesaikan pendidikan pemantapan pimpinan nasional (P3N) angkatan XXV Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.

Pada kesempatan tersebut, Endi menyampaikan pentingnya tugas dan fungsi Pasmar 1 sebagai salah satu komando pelaksana utama di jajaran Korps Marinir.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Kunjungi Boven Digoel, Ada Apa?

"Pasmar 1 memiliki tugas pokok membina kekuatan, kesiapan operasional satuan Marinir sebagai pasukan pendarat amfibi dalam rangka proyeksi kekuatan lewat laut, operasi pertahanan pantai di pulau-pulau strategis serta operasi tempur lainnya," ujar Endi, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Senin (9/6).

Endi menilai serah terima jabatan ini sebagai bagian dari pembinaan personel serta masa penugasan dan mutasi tempat yang diharapkan dapat membawa semangat baru dalam lingkungan organisasi sehingga membawa dampak positif terhadap peningkatan kualitas kerja secara menyeluruh.

"Saya yakin dan percaya dengan berbekal pendidikan dan pengalaman yang dimiliki dapat melaksanakan tugas dengan baik dan memberikan kontribusi positif dalam memajukan Korps Marinir pada masa yang akan datang," ucap Endi.

Sosok Baru Danpasmar 1, Ahli Intelijen dan Operasi

Sebelum mendapatkan promosi sebagai Komandan Pasmar 1, Kolonel (Mar) Ena Sulaksana yang merupakan alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) 1997 ini merupakan perwira pembantu V prodin staf intelijen TNI AL.

Ena Sulaksana ialah seorang perwira menengah Korps Marinir yang memiliki pengalaman luas di bidang intelijen dan operasi. Karier militernya termasuk cepat 'menanjak'. Ia menjadi alumni AAL 1997 keempat yang akan pecah bintang satu alias menyandang pangkat Birgjen.

Baca Juga: Aksi Heroik TNI Selamatkan Mama Katrina di Keron, Papua

Riwayat jabatan Ena Sulaksana di bidang intelijen dan operasi, di antaranya sebagai asisten intelijen komandan Pasmar 2 (2019); asisten operasi komandan Pasmar 1 (2020); asisten intelijen komandan Korps Marinir (2022-2024); perwira pembantu V prodin staf intelijen TNI AL (2024-2025); komandan Pasmar 1 (2025).

Selain itu, sosok Ena Sulaksana pernah dikenal luas usai menjadi komandan upacara HUT ke-77 TNI AL (2022) di Mako Kormar, membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) yang kala itu dijabat oleh Laksamana Yudo Margono. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.