Danlanud Muljono Tinjau Seleksi Kesemaptaan Jasmani Casis Tamtama TNI AU

Jakarta, IDM - Komandan Lanud Muljono, Kolonel Pnb Ahmad Putra Utama Tarigan meninjau pelaksanaan seleksi kesemaptaan jasmani para calon siswa (casis) tamtama TNI Angkatan Udara (TNI AU) bertempat di Mako Lama Lanud Muljono, Surabaya beberapa waktu lalu.
Saat peninjauan, Kolonel Pnb Ahmad berpesan agar setiap casis dapat melaksanakan tes secara optimal dengan tetap memperhatikan faktor keamanan.
Baca Juga: Tiga Oknum TNI AD Diduga Terlibat Sindikat Pencurian Kendaraan Bermotor
"Untuk menjadi seorang prajurit TNI AU dibutuhkan tekad yang kuat; minat yang tinggi; kesemaptaan, kemampuan akademik dan kondisi kesehatan yang baik; serta mampu melaksanakan tugas psikotes," jelas Danlanud Muljono.

Dilansir dari keterangan TNI AU, Senkn (8/1), para casis harus mengikuti 2 rangkaian tes kesemaptaan. Pertama, Kesemaptaan A yang meliputi lari selama 12 menit.
Baca Juga: Dukung Kebijakan Pemerintah, Denhanud 474 Kopasgat Giatkan Program Ketahanan Pangan Nasional
Selanjutnya, pada Kesemaptaan B, para casis harus mengikuti tes pull up, sit up, shuttle run, postur, dan renang. "Sebelumnya, para casis juga telah menjalani serangkaian tes kesehatan 1 meliputi pemeriksaan postur; kesehatan mata, gigi, dan THT," sambung TNI AU.
Proses rekruitmen prajurit TNI AU dilaksanakan secara profesional, objektif, serta transparan melalui tahapan seleksi yang ketat dengan harapan dapat diperoleh calon prajurit TNI AU yang terbaik. (yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































