Danlanud Muljono Resmikan SPPG Sedati 03 di Sidoarjo

Jakarta, IDM – Danlanud Muljono, Kolonel Pnb Ahmad Mulyono meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sedati 03 di Sidoarjo, Senin (12/1).
Peresmian ini menandai kesiapan Lanud Muljono dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program prioritas pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: Marinir Bagi-bagi Perlengkapan Sekolah untuk Anak Pedalaman Papua Tengah
“SPPG merupakan komitmen TNI Angkatan Udara untuk mendukung pemenuhan gizi yang sehat, seimbang, dan berkelanjutan,” ujar Danlanud dikutip dari siaran pers TNI AU, Selasa (13/1).
Ia menambahkan, gizi yang baik menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi penerus bangsa yang sehat, kuat, dan cerdas.
Baca Juga: Pusgeosau Lakukan Pemetaan Udara dan Kumpulkan Data Geospasial untuk Pemulihan Pascabencana Sumbar
Diketahui, pada tahap awal operasional, SPPG Sedati 03 menyalurkan MBG ke delapan sekolah meliputi TK Sirojul Sedati, TK DWP Betro, RA Nur Rahmah, RA Nur Jannah, SDN Semambung I, SD Taman Harapan, SMP Taman Harapan, dan SMP Asa Cendekia. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































