HANKAM

Danlanud Atang Sendjaja Tutup Pendidikan Khusus bagi Juru Montir Udara TNI AU

Danlanud Ats Marsma TNI M. Taufiq Arasj
Danlanud Ats Marsma TNI M. Taufiq Arasj saat menutup Dikkualsus Juru Montir Udara (JMU) helikopter NAS-332 Super Puma dan AS-365 N3+ Dauphin. (Foto: Dok. Instagram @lanud_atang_sendjaja)

Jakarta, IDM - Komandan Lanud Atang Sendjaja (Ats), Marsma TNI M. Taufiq Arasj secara resmi menutup pendidikan kualifikasi khusus (Dikkualsus) Juru Montir Udara (JMU) Helikopter NAS-332 Super Puma dan AS-365 N3+ Dauphin tahun 2023 bertempat di Skadron Teknik 024, Lanud Ats, Bogor, Kamis (6/7).

Dalam sambutannya, Taufiq mengungkapkan apresiasi dan ucapan selamat kepada mereka yang berhasil menyelesaikan Dikkulasus ini. “Dengan dilaksanakannya pendidikan ini, diharapkan para JMU Helikopter Nas-332 Super Puma dan As-365 N3+ Dauphin dapat lebih meningkatkan segala kemampuannya,” ujarnya.

Baca Juga: Prajurit Badak Hitam Bangun Tempat Wisata Taman Pelangi di Perbatasan RI-PNG

Dikkualsus ini pada dasarnya digelar sebagai upaya TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam membina dan meningkatkan potensi sumber daya manusia, khususnya JMU. Mereka yang menjadi peserta digembleng dengan sejumlah materi pendidikan selama kurang lebih tiga bulan.

Skadron Teknik 024
Komandan Skadron Teknik 024, Letkol Tek Nunung Bintoro saat memimpin tradisi pengukuhan pasca Dikkualsus Juru Montir Udara (JMU) helikopter NAS-332 Super Puma dan AS-365 N3+ Dauphin. (Foto: Dok. Instagram @lanud_atang_sendjaja)

Periode tersebut kemudian terdiri dari ground school atau bina kelas selama dua bulan dan praktik atau bina terbang selama satu bulan. Keseluruhan materi pendidikan terlaksana di Skadron Teknik 024 Lanud Ats.

Baca Juga: Pesan KSAU Untuk Ratusan Capaja Lulusan AAU: Pahami Kompleksitas dan Dinamika Tugas

Sebelum ditutup secara resmi oleh Danlanud Ats, para peserta pendidikan JMU Helikopter terlebih dahulu mengikuti tradisi pengukuhan yang dilakukan di Skadron Teknik 024 Lanud Ats dan dipimpin oleh Komandan Skadron Teknik 024, Letkol Tek Nunung Bintoro.

“Dengan adanya tradisi ini, diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan dalam diri masing-masing personel untuk selalu mengembangkan diri dan memotivasi yang lain untuk mejadi seorang Air Crew yang tangguh dan profesional,” pungkas Nunung. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.