Danlantamal II Lepas Keberangkatan Kapal Latih KRI Bima Suci

Padang-IDM, Selesai singgah di Padang, Kapal Latih Bima Suci yang membawa Taruna danTaruni sebanyak 85 orang tergabung dalam Operasi Kartika Jala Krida, melanjutkan ke pelabuhan berikutnya yaitu Sabang.
Pelepasan Kapal Latih Bima Suci dipimpin oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) II Laksamana Pertama TNI Dafit Santoso di Dermaga IV Pelabuhan Teluk Bayur Padang.
Selama kunjungannya di Kota Padang, para Taruna dan Taruni Akademi Angkatan Laut menampilkan keterampilan Genderang Suling Gita Jala Taruna di Mako Lantamal II Padang Jalan Bukit Peti Peti Teluk Bayur Padang dengan jumlah pengunjung terbatas dan menerapkan protokol kesehatan dikarenakan masih adanya pandemi Covid 19.

Prosesi pelepasan Kapal Latih Bima Suci didahului dengan laporan Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Waluyo yang merangkap Dansatgas Kartika Jala Krida kepada Danlantamal II, dilanjutkan dengan prosesi pelepasan tetap mengacu pada protokol Covid-19 dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan panitia menyiapkan hand sanitizer. (rgp/wan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































