Dankormar Tinjau Latihan Bersama Korps Marinir dan USMC

Jakarta, IDM - Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto, meninjau latihan bersama (latma) Keris Marex USMC antara Marinir TNI AL dan United States Marine Corps (USMC) di Lampung, Selasa (16/11).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Rabu (17/11), Widodo menerima paparan tentang pelaksanaan latihan dan menerima berbagai masukan tentang kendala pelaksanaan latihan. Usai menerima paparan, Widodo beserta rombongan meninjau pelaksanaan latihan di setiap pos materi latihan.

Pada latihan bersama kali ini, materi yang dilatihkan adalah joint planner, subject matter expert exchange (SMEE) atau diskusi, expedionary advance base ops, fire support centre close air support, komunikasi, radio maintenance, dan command of control (COC).
Baca: Puncak KTT G20, 14 KRI TNI AL Sailing Pass di Perairan Bali
Tak hanya itu, diajarkan pula latihan fisik seperti lari, renang, drill raid, menembak offensive laras panjang 100 meter, patroli pengintaian (reconisance), dasar penyergapan, targeting fire dan tactical combat casuality care. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































