Dankormar Terima Laporan Kenaikan Pangkat Dua Perwira Tinggi Marinir

Jakarta, IDM - Dankormar Mayjen (Mar) Nur Alamsyah, menerima laporan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada dua perwira tinggi (Pati), Jakarta, Senin (19/6).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, kedua pati tersebut adalah Sahli Bidang TK II Was Afrika dan Timur Tengah Panglima TNI, Brigjen (Mar) Sarjito yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapusjas Permildas Mabes TNI.
Baca Juga: Inspiratif, KRI Teluk Weda-526 Bangun Perpustakaan di Atas Kapal Perang
Sedangkan Brigjen (Mar) Guslin, menjabat sebagai Asdep Koordinasi Kewaspadaan Nasional Kemenkopulhukam.

Dalam kesempatan tersebut, Nur Alamsyah bersama pejabat utama Mako Kormar, secara antusias serta mengucapkan selamat datang di Mako Kormar.
Baca Juga: KSAU Ungkap Tujuan Latihan AYU 2023: Uji Doktrin dan Kemampuan Tempur TNI AU
"Selamat atas kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada dua pati Korps Marinir," ucap Nur Alamsyah.
Turut mendampingi Nur Alamsyah dalam laporan kenaikan pangkat pati tersebut, Wadan Kormar Brigjen (Mar) Suherlan serta para Asisten dan Kadis Mako Kormar. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































