Dankormar Tegaskan Prajurit Baret Ungu Wajib Mahir Bela Diri

Jakarta, IDM - Prajurit Korps Marinir dari Brigif 1, Resimen Arteleri 1, Resimen Kavaleri 1, Resimen Bantuan Tempur 1, Lanmar Jakarta, Rumah Sakit Marinir Cilandak, Denjaka dan Taifib 1 mengikuti latihan gabungan bela diri di Ksatrian Hartono, Jakarta, Selasa (19/7).
Para prajurit baret ungu jajaran Pasmar 1 tersebut melaksanakan beberapa jenis latihan bela diri, seperti Karate, Taekwondo, Silat, Muangthai, Tinju dan Libre serta Mixed Martial Arts. Kegiatan ditinjau langsung oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto.
“Saya menekankan, selama kepemimpinan saya sebagai Dankormar, bela diri hukumnya wajib dan saya harapkan seluruh prajurit Korps Marinir harus mahir,” ucap Widodo, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Rabu (20/7).

Orang nomor satu di jajaran Korps Marinir tersebut juga menunjuk langsung satuan-satuan, bahkan perorangan untuk tampil atau memperlihatkan perkembangan bela diri yang dilatihkan oleh satuannya masing-masing. Di sela peninjauan, Widodo menyampaikan bela diri akan membentuk karakter yang baik bagi prajurit Marinir.
“Karena bela diri terdapat nilai-nilai kebaikan, juga salah satu cara untuk membangun militansi prajurit-prajurit Korps Marinir,” kata Widodo.
Di akhir sambutannya, Widodo berharap agar seluruh prajurit Marinir lebih giat lagi berlatih bela diri, dan ia mengucapkan terima kasih banyak atas pelaksanaan latihan beladiri yang sudah ditampilkan para prajurit baret ungu. (at)
Hankam

Tindaklanjuti Instruksi Presiden, TNI Kembali Kerahkan Tim Penyuluh Karhutla ke Sumatra dan Kalimantan
TNI mengerahkan 289 personel Seskoad ke Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan untuk memperkuat edukasi preventif dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































