HANKAM

Dankormar Sematkan Baret Ungu kepada 461 Prajurit Remaja Marinir

Dankormar Mayjen (Mar) Endi Supardi
Dankormar Mayjen (Mar) Endi Supardi memimpin penyematan baret ungu kepada 461 siswa pendidikan komando Korps Marinir, Malang, Jawa Timur, Sabtu (14/9). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Dankormar Mayjen (Mar) Endi Supardi menyematkan baret ungu kepada 461 prajurit remaja Korps Marinir di Pantai Baruna Kondang Iwak, Malang, Jawa Timur, Sabtu (14/9).

Ratusan prajurit remaja Marinir tersebut sebelumnya menjalani pendidikan dan latihan di kawah candradimuka Pendidikan Komando (Dikko) Korps Marinir Angkatan 174 selama 90 hari.

"Mereka digembleng dan harus mampu melewati lima tahapan latihan," ujar Endi, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Minggu (15/9).

Baca Juga: Melalui Program Manunggal Air, TNI AD Telah Buat 2.700 Titik Air Bersih di Seluruh Indonesia

Lima tahap latihan tersebut terdiri dari dasar komando, kemampuan dan ketahanan di laut, pertempuran hutan, teknik dan taktik perang gerilya serta lintas medan Banyuwangi menuju Pantai Baruna Kondang Iwak Malang Selatan.

"Semuanya diberikan kepada mereka sebagai upaya mewujudkan sumber daya manusia yang profesional, modern dan tangguh sehingga menjadikan prajurit pendarat amfibi yang siap ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia," jelas Endi.

Dankormar Mayjen (Mar) Endi Supardi
(Foto: Dok. Dispen Kormar)

Selain itu, Endi juga menyampaikan penyematan baret ini menjadi pertanda dan titik awal lahirnya prajurit muda Marinir yang berkarakter sebagai pasukan pendarat amfibi.

"First Boots On The Ground, yaitu pasukan paling pertama menapakkan kaki di pantai musuh untuk serbuan amfibi, prajurit profesional, militan, punya pola pikir dan tindak sesuai nilai-nilai luhur Korps Marinir," kata Endi.

Baca Juga: HUT ke-79 TNI, Panglima Bagikan Ratusan Sembako Hingga TNI Menanam Pohon di Bogor

Dia melanjutkan, kualifikasi komando serta baret ungu berlambang Keris Samudera merupakan identitas kalian sebagai prajurit pasukan pendarat amfibi Korps Marinir.

"Hal ini menandai mulai saat ini, kalian harus berpola pikir dan tindak sesuai dengan Janji Prajurit Korps Marinir yang telah kalian ucapkan beberapa saat yang lalu," ucapnya.

Adapun sebanyak 461 siswa yang lulus dalam pendidikan komando Korps Marinir ini terdiri dari 119 Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Angkatan XLIII/2 dan 342 Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Angkatan XLIII/2 Korps Marinir. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.