Dankormar Beri Reward Dua Atlet Berprestasi Yonif 3 Marinir

Jakarta, IDM - Dankormar Mayjen TNI (Mar) Nur Alamsyah memberikan reward atau penghargaan kepada dua atlet berprestasi dari Batalyon Infanteri (Yonif) 3 Marinir, Surabaya, Senin (29/5).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (30/5), atlet tersebut ialah Serda (Mar) Deby Anggrean yang meraih prestasi pada lomba Sungailiat Triathlon 2023 Bangka Belitung.
Baca Juga: KRI Bung Karno-369 Akan Diresmikan pada 1 Juni 2023
Kemudian, Nur Alamsyah juga memberikan reward kepada dan atlet panahan Ratna Hendrawan yang meraih prestasi pada kejuaraan Selangor Internasional Barebow Archery Championship 2023.

Danyonif 3 Marinir Letkol (Mar) Mintarjo, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Nur Alamsyah atas reward yang diberikan kepada atlet Yonif 3 Marinir.
Baca Juga: Wamenhan Hadiri Rakor Tingkat Menteri, Bahas Kunker Presiden RI ke Malaysia
"Semoga dengan reward tersebut dapat menambah motivasi dan semangat bagi para atlet untuk lebih giat dalam berlatih," ujar Mintarjo.
"Sehingga dapat terus mengukir prestasi serta mengharumkan nama satuan, khususnya Korps Marinir," pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































