HANKAM

Dankodiklatad dan Sekjen Kemhan Tinjau Latihan Gabungan Angkatan Bersenjata Rusia

Dankodiklatad dan Sekjen Kemhan Tinjau Latihan Gabungan Angkatan Bersenjata Rusia
Photo dok: Dispenad

Rusia, IDM- Dankodiklatad Letjen TNI AM. Putranto S.Sos. mendampingi Sekjen Kemhan, Marsdya TNI Donny Ermawan T., M.D.S. menghadiri latihan puncak gabungan Angkatan Bersenjata (AB) Rusia “Kavkaz-2020” yang digelar di wilayah Selatan Rusia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Penerangan Kodiklatad Letkol Kav Christian Gordon Rambu dalam keterangannya, Kamis (2/10/2020). Dijelaskannya, latihan Kavkaz-2020 yang berlangsung dari 21 -26 September tersebut bertujuan untuk mengukur kemampuan tempur Angkatan Bersenjata Rusia dalam menghadapi berbagai skenario. Tidak hanya Rusia saja, kontingen militer dari Armenia, Belarusia, China, Pakistan dan Myanmar turut serta dalam latihan berskala besar ini. Pengamat militer juga turut diundang seperti dari Azerbaijan, Indonesia, Iran, Kazakhstan, Tajikistan dan Sri Lanka.

“Rombongan delegasi Indonesia sebelum menyaksikan latihan puncak tersebut berkesempatan mengunjungi Kedutaan Besar RI di Moskow, dan bersilaturahmi dengan Kuasa Usaha Ad-Interim/Wakil Dubes RI untuk Rusia merangkap Belarus, Azis Nurwahyudi, “ ujar Kapen Kodiklatad.

Turut serta dalam Delegasi Indonesia, yaitu Pangkohanudnas, Marsda TNI M. Khairil Lubis. Danpussenkav Kodiklatad, Mayjen TNI Wawan Ruswandi, S.I.P., M.Si. serta Pangkoopsau II, Marsda TNI Minggit Tribowo, S.I.P. Latihan Kavkaz-2020 difokuskan kepada penggunaan taktik pertahanan, operasi serangan gabungan serta taktik dalam pengepungan. Latihan ini juga menekankan pada kemampuan komandan dan staf dalam mengontrol jalannya pertempuran.

“Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, lebih dari 80.000 personel, dengan 250 Tank, 450 APC, 200 unit sistem pertahanan artileri, 20 kapal perang, 80 unit jet tempur, 80 helikopter serta peralatan tempur pendukung lainnya ikut serta dalam latihan ini, serta puncak latihan disaksikan langsung oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, “ tutur Gordon. Sebelum menuju daerah latihan Proudboy yang terletak sekitar 1000 kilometer dari Moskow, seluruh rombongan delegasi dari berbagai negara termasuk Indonesia yang menghadiri Latgab Angkatan Bersenjata Rusia diberi kesempatan untuk mengunjungi Hall of Military Glory di Mamayev Kurgan Historical Memorial Complex.

Di dalam lokasi ini berdiri patung berbentuk tangan memegang obor yang dikelilingi dengan 34 kain panjang berisi 7200 nama para pejuang yang bertempur dalam Perang Dunia II mempertahankan kota Stalingrad (kini bernama Volgograd). Setiap anggota delegasi negara diberi kesempatan melaksanakan peletakan bunga sebagai bentuk penghormatan terhadap para pahlawan Rusia yang telah gugur demi negaranya. (wan/man)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.